Karo (ANTARA) - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Kabanjahe bekerja sama dengan Bank Permata Syariah melalui Unit Pengumpul Zakat, Donasi & Kebajikan (UPZDK) meresmikan Ruang Belajar Cahaya Ilmu di Desa Budaya Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada 5 Februari 2026.
Ruang Belajar Cahaya Ilmu merupakan fasilitas pendidikan nonformal yang dirancang sebagai pusat kegiatan belajar, literasi, pembinaan karakter, serta pengembangan kapasitas anak-anak dan keluarga prasejahtera.
Fasilitas ini dilengkapi meja belajar, rak buku, koleksi bacaan, alat tulis, serta berbagai media pembelajaran guna menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif.
Peresmian tersebut dihadiri manajemen dan karyawan PNM, perwakilan Bank Permata Syariah, perangkat desa, tokoh masyarakat, pendamping PNM Mekaar, serta anak-anak dan keluarga penerima manfaat.
Pimpinan PNM Cabang Kabanjahe Daniel Silitonga dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga prasejahtera binaan PNM.
“Melalui Ruang Belajar Cahaya Ilmu, kami ingin menghadirkan ruang yang aman, nyaman, dan inspiratif agar anak-anak dapat tumbuh dengan semangat belajar dan budaya literasi yang kuat,” ujar Daniel.
Desa Budaya Lingga dipilih sebagai lokasi program karena memiliki potensi budaya yang besar sekaligus membutuhkan penguatan sarana pendidikan masyarakat.
Kehadiran ruang belajar ini diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas positif bagi anak-anak dan keluarga di desa tersebut.
Program ini juga menjadi wujud kolaborasi dalam pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif dan tepat sasaran. Dana yang dihimpun melalui UPZDK Bank Permata Syariah disalurkan untuk pembangunan dan penataan ruang belajar, pengadaan perlengkapan pendidikan, serta penyusunan program pendampingan rutin.
Ke depan, Ruang Belajar Cahaya Ilmu akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti bimbingan belajar, kelas motivasi, serta aktivitas literasi yang melibatkan pendamping PNM dan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Dengan sinergi tersebut, program ini diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Karo.
