Medan (ANTARA) - Artha Graha Peduli (AGP) bersama GulaVit kembali menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga pangan.
Pelaksanaan Pasar Murah yang digelar sejak Sabtu (31/1) itu didukung oleh seluruh unit usaha yang tergabung dalam Artha Graha Network, Central Omega Resources (COR), serta mitra strategis Bimoli dan GulaVit.
Perwakilan Artha Graha Cut Annisa Namira mengatakan pasar murah merupakan komitmen yang membantu masyarakat mengakses kebutuhan pangan pokok dengan harga di bawa pasar dan kualitas yang terjamin/
"Pasar murah merupakan lanjutan dari pelaksanaan sebelumnya yang mendapat respons positif dari masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam pengendalian inflasi pangan dan stabilisasi harga di tingkat konsumen," ujar Cut
Cut mengatakan pada pasar murah tersebut pihaknya menyediakan berbagai paket kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir (GulaVit) serta komoditas pangan lainnya yang telah disubsidi.
Ia mengatakan pasar murah yang berlangsung di sejumlah titik, termasuk Lingkungan IX, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan yang merupakan salah satu wilayah terdampak bencana banjir dilakukan secara door to door
"Selain membantu meringankan beban masyarakat, Pasar Murah juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan distribusi pangan serta menekan potensi lonjakan harga, khususnya pada komoditas strategis yang berdampak besar terhadap inflas," kata dia
Selain menggelar pasar murah, Cut mengatakan pihaknya menghadirkan layanan kesehatan berupa penyuluhan dan pengobatan gratis bagi masyarakat. Kehadiran layanan kesehatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat tambahan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan
"Ke depan, Artha Graha Peduli bersama Artha Graha Network dan para mitra membuka peluang untuk terus melanjutkan serta memperluas cakupan Pasar Murah di berbagai wilayah sebagai bagian dari sinergi antara dunia usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," ujarnya.
