Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution memastikan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Sumut masih relatif stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Alhamdulillah, harga tidak bergejolak begitu tinggi. Harga-harga, alhamdulillah stabil,” kata Bobby usai peninjauan Pasar Sukaramai Medan, Sumatera Utara, Selasa (17/3).

Harga cabai merah terpantau berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram (kg), cabai rawit Rp24 ribu per kg, dan bawang merah Rp32 ribu per kg, kata Bobby. Sedangkan harga daging sapi Rp135 ribu hingga Rp140 ribu per kg, produk MinyaKita dijual seharga Rp16 ribu per liter.

Ia juga memastikan sejumlah harga bahan pokok tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Telur harganya tadi Rp1.800 per butir, ayam di bawah HET, dan daging Rp135 ribu hingga Rp140 ribu," kata Bobby.

Menurut dia, perkembangan harga saat ini yang masih relatif stabil bukan disebabkan oleh ketersediaan stok bahan pokok, melainkan kelancaran distribusi.

Sebab, lanjut dia, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan kelancaran distribusi, sehingga stok bahan pokok dalam kondisi aman di 33 kabupaten/kota se-Sumut.

"Nah ini kita indikasikan bukan stoknya. Tiba-tiba kemarin tidak ada barangnya, hari ini tiba-tiba ada barangnya. Ini bukan masalah stok, hanya masalah distribusi. Makanya tadi saya titik beratkan pantau distribusinya, yang lain aman," kata Bobby menjelaskan.

Bobby juga sempat melihat langsung pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah di Pasar Sukaramai Medan, seperti daging ayam ras beku dijual seharga Rp40 ribu per kilogram. Kemudian, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual seharga Rp58 ribu per kemasan lima kilogram, dan MinyaKita Rp31 ribu per kemasan dua liter.

Pembayaran sejumlah bahan pokok dalam program ini dilakukan dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Kita bersama BI (Bank Indonesia), TPID (tim pengendali inflasi daerah), Polda dan semuanya. Kita meluncurkan program ini. Kita melihat efektivitas atas program ini, khusus hari raya. Alhamdulillah berdampak," kata Bobby.

Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Sumatera Utara Rudy Brando Hutabarat mengatakan program Gerakan Pangan Murah berbasis QRIS, khususnya di pasar tradisional.

"Program ini bertujuan meningkatkan penggunaan QRIS, dan sekaligus menjaga stabilitas harga di masyarakat," katanya.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026