Medan (ANTARA) - Konsulat Jendral Republik Rakyat Tiongkok di Medan berharap Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan dapat segera beroperasi kembali demi memperkuat pasokan energi listrik serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.
Harapan itu disampaikan Konsul Jenderal (Konjen) Huang He saat berdiskusi dengan kalangan media di Medan, Senin.
Ia mengatakan keberlanjutan proyek PLTA Batangtoru dinilai penting untuk mendukung kebutuhan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
Pada kesempatan itu, Huang He menjelaskan saat ini operasional perusahaan utama asal China yang mengerjakan dan terlibat dalam proyek dalam PLTA Batangtoru dihentikan pasca banjir bandang.
Pihaknya telah bertemu dengan pimpinan perusahaan asal China tersebut dan mereka mengatakan telah lima kali dipanggil oleh beberapa lembaga di Indonesia untuk menjelaskan aktivitas perusahaan tersebut
“Saya mengetahui bahwa apa yang dilakukan perusahaan tidak melanggar hukum. Untuk membangun PLTA memang harus membangun akses jalan lebih dahulu dan semua itu dilakukan sesuai hukum Indonesia serta telah dilaporkan kepada pemerintah setempat,” ujarnya.
Konjen Tiongkok juga berharap proses penelitian dan pemeriksaan terhadap perusahaan dapat segera diselesaikan agar aktivitas operasional bisa kembali normal.
Menurutnya, rencana awal proyek tersebut seharusnya sudah dapat berjalan sejak Desember tahun lalu, namun dampak bencana menyebabkan seluruh kegiatan masih terhenti sampai saat ini.
“Hal ini mengakibatkan kerugian terhadap perkembangan listrik dan ekonomi di Sumatera Utara. Kami berharap perusahaan pembangkit listrik ini dapat segera bekerja kembali," ujarnya.
