Oleh Evalisa Siregar
Medan, 11/4 (Antara) - Konsul Jendral Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Sumatera Utara, Zhu Honghai mengakui bahwa Sumatera Utara menjadi salah satu daerah yang diminati pengusaha negara itu yang ditandai besarnya investasi yang mencapai 2 miliar dolar AS.
"Sumut dengan potensi yang beragam sangat menarik minat investor," katanya di Medan, Jumat.
Dia mengatakan itu saat memperkenalkan diri sebagai pengganti Konjen RRT sebelumnya yakni Yang Ling Zhu yang masa tugasnya berakhir kepada Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho.
Zhu menyebutkan, dewasa ini terdapat 12 proyek perusahaan RRT di Sumut dengan jumlah investasi berkisar 2 miliar dolar AS.
Proyek yang sedang berjalan tersebut di antaranya adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pangkalan Susu tahap I dan II, PLTU di Kawasan Industri Medan dan ikut juga dalam pembangunan PLTA Asahan dan pabrik baja di Mabar, Belawan senilai 160 juta dolar AS.
"Investor RRT juga tertarik ikut berinvestasi di PLTA Asahan tahap III dan sejumlah proyek di sekitar Sei Mangkei seperti Pelabuhan Kuala Tanjung," katanya.
Adapun proyek lainnya yang akan ditanamkan modalnya yakni pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi bekerja sama dengan perusahaan PT Hutama Karya.
Konjen RRT untuk Sumut itu yakin jumlah investasi tersebut akan bertambah terus mengingat selain memiliki potensi besar, hubungan politik Sumut dan RRT selam ini juga baik.
Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho, menyebutkan, Pemprov Sumut berharap kerja sama Sumut-RRT semakin bagus.
Didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan, Hasiholan Silaen dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jumsadi Damanik, Gatot menyebutkan, Sumut memang memerlukan investor untuk mempercepat pembangunan di daerah itu dan peluang tersebut ditawarkan kepada pengusaha dalam dan luar negeri.
"Hubungan kerja sama RRT dan Sumut diyakini akan semakin baik dan lancar karena hubungan dagang sudah berlangsung lama," katanya.
(E016)
