Medan (ANTARA) - Perum Bulog memastikan stok beras untuk kebutuhan pokok masyarakat pada libur Natal dan Tahun Baru 2026 di Sumatera Utara (Sumut) dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Kami memastikan stok pangan di wilayah ini, terutama beras dalam kondisi baik dan jumlah yang cukup,” ujar Wakil Direktur Utama Perum Bulog Mayjen (Purn) TNI Marga Taufik di Medan, Selasa.
Ia mengatakan total stok beras di Sumut saat ini sekitar 41.000 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.
Lebih lanjut, masyarakat tidak perlu khawatir dalam melakukan pembelian beras. Karena, Bulog terus melakukan distribusi ke pasar tradisional, ritel modern, serta melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Marga juga memastikan stok beras di gudang Bulog selalu dikelola dan dirawat dengan baik, termasuk pengaturan aerasi udara dan tingkat kelembapan selama masa penyimpanan.
“Selain itu, kami selalu memastikan kebersihan lingkungan gudang serta melakukan pemberantasan terhadap hama yang berpotensi muncul,” ujar dia.
Lebih lanjut ia mengatakan beras Bulog secara rutin dicek oleh kepala gudang. Penyemprotan (spraying) dilakukan secara berkala setiap 15 hari jika diperlukan, sementara fumigasi disesuaikan dengan tingkat dan jenis serangan hama.
Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan mereka memiliki 12 titik pergudangan yang tersebar di 33 kabupaten/kota dengan total stok beras sekitar 41.000 ton.
“Stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru. Jika diperlukan tambahan, kami dapat mengajukan permintaan ke pusat,” ujar dia.
Ia menambahkan Bulog terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan pangan, khususnya beras, sehingga masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir.
