Medan (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan memanen sebanyak 300 kilogram sayur sawi pahit sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di lapas tersebut.

“Kegiatan panen raya berlangsung di lahan pertanian lapas tersebut melibatkan jajaran bidang kegiatan kerja, staf, serta peserta magang yang turut berperan aktif dalam proses panen,” kata Kepala Bidang Kegiatan Kerja Yan Patmos di Medan, Selasa (17/3).

Ia mengatakan panen hari ini merupakan hasil dari pengelolaan lahan pertanian oleh WBP melalui program pembinaan di bidang pertanian.

Selain sebagai sarana pembinaan, hasil panen juga memiliki nilai ekonomis karena dipasarkan ke pasar induk dan bahan makanan sehingga memberikan kontribusi terhadap produktivitas lapas.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap WBP dapat memperoleh keterampilan di bidang pertanian yang dapat menjadi bekal kemandirian setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga pada proses pembelajaran dan peningkatan keterampilan bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Seluruh rangkaian kegiatan panen berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan antara petugas, warga binaan, dan peserta magang.

"Melalui program ini, kita berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian serta memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dan masyarakat,” ujar Yan Patmos.



Pewarta: Aris Rinaldi Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026