Madina (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mulai kembali berjalan pada Rabu (3/12), setelah beberapa hari terakhir masyarakat mengalami antrean panjang akibat kelangkaan pasokan.
Komandan Posko Tanggap Darurat Madina, Sahnan Pasaribu, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM di seluruh wilayah.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Distribusi BBM sudah mulai masuk hari ini ke beberapa SPBU di Madina,” kata Sahnan Pasaribu.
Menurut Sahnan, kelangkaan BBM yang terjadi sebelumnya turut dipengaruhi situasi tanggap darurat bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera Utara yang menyebabkan keterlambatan distribusi logistik. Namun, upaya percepatan kini telah dilakukan bersama Pertamina.
“Koordinasi dengan GM Pertamina Sumbagut dilakukan setiap hari. Mobil tangki sudah bergerak sejak pagi dan skema percepatan distribusi diberlakukan untuk Madina,” ujarnya.
Berikut rincian pasokan BBM ke SPBU Madina, SPBU Aek Horsik, Solar 16 kiloliter, SPBU Sipolu-polu Menunggu pembaruan data distribusi, SPBU Aek Galoga, Pertalite 24 kiloliter, SPBU Saba Purba, Solar 16 kiloliter, Dexlite 8 kiloliter, SPBU Kotanopan, Pertalite 8 kiloliter, Solar 8 kiloliter, SPBU Natal, Pertamax 8 kiloliter, SPBU Sinunukan, Pertamax 8 kiloliter dan SPBU Aek Godang Dexlite 8 kiloliter, Pertalite 8 kiloliter.
Sahnan menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama aparat terkait terus memantau penyaluran BBM di lapangan agar distribusi berjalan lancar dan merata.
“Kami mengajak masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan. Jangan panik, karena suplai terus kami upayakan agar stabil kembali,” katanya.
