Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mengintensifkan penyediaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan MinyaKita di sejumlah pasar di daerah itu guna menjaga stabilitas harga pangan hingga Lebaran 2026.

"Kami terus berupaya dalam menyediakan pasokan beras SPHP dan MinyaKita di setiap pasar di Sumut," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Jumat.

Menurut Budi upaya peningkatan pemasokan beras SPHP dan MinyaKita karena diprediksikan memasuki pekan kedua maupun ketiga Ramadhan tersebut harga beras dan minyak goreng bisa naik karena permintaan menjelang Lebaran.

Karena itu, pihaknya terus berupaya dalam meningkatkan penyediaan barang kebutuhan tersebut ke sejumlah pasar, di antaranya penambahan kuota barang di pengecer.

"Selain itu, kami juga melakukan penambahan pedagang beras SPHP dan MinyaKita di pasar yang dilakukan tim canvassing di pasar," ucapnya.

Ditambah dengan membantu pedagang yang memiliki nomor induk berusaha karena menjual beras SPHP dan MinyaKita harus memiliki hal tersebut.

"Upaya tersebut bukan hanya pasokan, melainkan juga sebaran barang tersebut untuk menjaga stabilitas harga di pasar," kata dia.

Budi mengatakan dari upaya tersebut, Bulog Sumut telah menyalurkan beras SPHP ke sejumlah mitra tersebut sebanyak 150 ton per hari.

"Estimasi saya ke depan dengan masif penyaluran ke sejumlah mitra bisa mencapai 200 ton per hari," tutur dia.

Bulog mencatat harga beras SPHP di tingkat konsumen Rp13.100 per kilogram atau Rp65.500 per lima kilogram, sedangkan MinyaKita di tingkat konsumen maksimal Rp15.700 per liter

Pihaknya menyatakan stok beras di gudang Bulog 52.000 ton dan minyak goreng 1,7 juta liter yang cukup memenuhi kebutuhan pangan di wilayah beribu Kota Medan tersebut.

 

 



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026