Madina (ANTARA) - Banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hingga Selasa (25/11) pukul 17.00 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina mencatat wilayah terdampak meliputi Kecamatan Siabu, Huta Bargot, Panyabungan Barat, Panyabungan Selatan, Kotanopan, Ranto Baek, Batahan, Natal, dan Muara Batang Gadis.
Kepala Pelaksana BPBD Madina Mukhsin Nasution mengatakan bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi sejak beberapa hari terakhir.
“Dampak paling parah terjadi di Kecamatan Muara Batang Gadis. Sebanyak 520 kepala keluarga dari tiga desa terpaksa mengungsi akibat banjir dengan ketinggian mencapai 1 hingga 2,5 meter,” kata Mukhsin, Selasa (25/11).
Menurutnya, sebagian besar pengungsi masih bertahan secara mandiri di rumah kerabat maupun bangunan sementara karena akses menuju lokasi banjir belum dapat dilalui.
“Pengungsian masih dilakukan secara mandiri dan gotong royong. Akses jalan menuju beberapa desa belum terbuka sehingga tim masih berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk membuka jalur,” ujarnya.
Batahan Terisolir, Ribuan Hektare Sawit Terendam
Di Kecamatan Batahan, banjir merendam ribuan hektare perkebunan sawit serta memutus akses menuju Desa Batahan III. Desa itu sempat terisolir, dengan 40 KK mengungsi dan 175 KK lainnya terdampak banjir.
Siabu, Natal, dan Kotanopan Juga Terdampak
Di Kecamatan Siabu banjir merendam sekitar 40 hektare lahan padi di Desa Tangga Bosi. Satu keluarga di Desa Muara Batang Angkola mengungsi setelah rumah mereka hampir roboh tertimpa kayu dan bebatuan dari luapan sungai.
Di Kecamatan Natal, angin puting beliung pada Selasa pukul 04.00 WIB merusak atap MAN 2 Madina dan 13 rumah warga di Kelurahan Pasar II, Pasar III, dan Desa Setia Karya.
Sedangkan di Kecamatan Kotanopan, longsor menutup tiga titik Jalan Pagar Gunung menuju Desa Batahan sehingga membuat desa tersebut terisolir karena merupakan satu-satunya akses darat.
BPBD memastikan bahwa hingga kini tidak ada korban jiwa dalam rangkaian bencana tersebut.
BPBD Kerahkan Tim, Alat Berat, dan Bantuan Darurat
Mukhsin menjelaskan bahwa BPBD melalui Pusdalops PB telah mengirim tim gabungan dan sejumlah peralatan untuk percepatan penanganan, meliputi, penyiapan tempat pengungsian darurat secara gotong royong di Kecamatan Batahan.
Instruksi pengungsian mandiri bagi wilayah yang debit airnya masih meningkat, termasuk Kecamatan Natal.
Pengiriman logistik pangan, selimut, tenda, dan perlengkapan balita untuk pengungsi di Muara Batang Gadis, pengiriman alat berat untuk pembersihan material longsor di Kotanopan dan Panyabungan Selatan serta penempatan tenaga medis dan bidan desa untuk layanan kesehatan di Batahan.
BPBD Imbau Warga Tetap Waspada
Mukhsin menambahkan bahwa meski status darurat bencana Madina belum ditetapkan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau warga tetap waspada dan segera melapor bila terjadi peningkatan air atau tanda-tanda longsor. Pengendara juga diminta hati-hati karena beberapa ruas jalan masih tergenang atau tertutup material,” katanya.
