Toba (ANTARA) - Universitas HKBP Nommensen (UHKBPN) Pematangsiantar bersama Pelindo Multi Terminal (SPMT) dan Pemkab Toba menggelar persiapan peluncuran rumah kelola sampah di kawasan Danau Toba.
Dalam rilis, Sabtu (14/11), disebut, rumah kelola sampah sebagai bentuk komitmen pelestarian Danau Toba ini dibangun di Kabupaten Balige, Sumatera Utara.
Pendidikan, pelatihan serta sarana rumah kelola sampah akan diwujudkan pada tahun 2026.
Ketua Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (Pustaka) UHKBPN Pematangsiantar, Rindu Erwin Marpaung menjelaskan, rumah kelola sampah diinisiasi sebagai pusat edukasi, pengolahan, dan pemberdayaan masyarakat dalam menangani limbah, khususnya eceng gondok yang selama ini menumpuk di perairan tepi Danau Toba.
Melalui fasilitas ini, masyarakat akan dilatih mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomis, sekaligus menjaga kebersihan destinasi wisata unggulan.
Direktur SDM SPMT, Edi Priyanto mengatakan kegiatan ini contoh nyata sinergi akademisi dan pemerintah daerah mampu menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan edukasi dan pendampingan dari UHKBPN Pematangsiantar, masyarakat memiliki kemampuan baru untuk mengolah sampah, termasuk eceng gondok menjadi sumber penghasilan.
Keberadaan rumah kelola ini adalah langkah penting untuk memastikan Danau Toba tidak hanya bersih dan terjaga, tetapi juga menjadi ruang ekonomi kreatif bagi warga sekitar.
Pelindo Multi Terminal katanya, akan terus mendukung upaya-upaya yang memajukan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.
Sementara, Rektor UHKBPN Pematangsiantar, Muktar Panjaitan menyatakan, kesiapan pihaknya mewujudkan kerjasama yang nyata.
Kolaborasi dengan dunia nyata seperti dukungan sistem dari SPMT dan ilmu pengetahuan dari universitas akan berdampak bagi kehidupan masyarakat.
