Medan (ANTARA) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menggandeng forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) di kota itu untuk mewujudkan Kecamatan Belawan menjadi kawasan aman yang terhindar dari kegiatan tawuran.
Hal itu dilakukan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas saat menggelar rapat koordinasi terkait menyikapi aksi tawuran yang kerap terjadi khususnya di Kecamatan Belawan, Medan, Selasa.
"Kami prihatin dengan aksi tawuran yang kerap terjadi ke Kecamatan Belawan. Kami bertekad menyelesaikan permasalahan tersebut demi mewujudkan Kecamatan Belawan jadi kawasan aman," ujar Rico Waas.
Rico Waas mengajak seluruh elemen masyarakat terkhusus forum komunikasi pimpinan daerah untuk meningkatkan koordinasi serta aktif memberikan ide dan gagasan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Menurut dia, permasalahan di Kecamatan Belawan yang masuk dalam kawasan Medan bagian utara itu membutuhkan peran berbagai elemen masyarakat.
Dia menjelaskan Kecamatan Belawan memiliki permasalahan yang kompleks seperti kemiskinan, pendidikan, lapangan pekerjaan, dan kondisi iklim.
Namun, wali kota meyakini wilayah itu memiliki potensi besar dalam pembangunan daerah karena memiliki pelabuhan
"Belawan merupakan daerah industri dan pintu masuknya perekonomian di Kota Medan. Maka dari itu kita harus memberikan perhatian penuh untuk Medan bagian utara," ujar Rico Waas.
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh unsur Forkopimda Kota Medan untuk berkoordinasi dan memberikan masukan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Belawan
"Kami siap berkoordinasi untuk menyegerakan kesiapan dan kesiagaan di setiap lingkungan. Ini bukan hanya soal menjaga nama baik kota, tapi bagaimana kita hadir untuk melindungi masyarakatnya. Saya ingin semua pihak punya frekuensi yang sama untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat," ujar dia
Rico Waas berharap koordinasi tersebut memberikan solusi terbaik dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Pertemuan kita berharap bukan sekadar bicara teknis pengamanan. Namun dapat menghasilkan solusi permanen yang menyentuh akar permasalahan, mulai dari pembinaan dan pelatihan bagi generasi muda, peningkatan pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur yang memadai agar Belawan tidak lagi terjebak dalam lingkaran konflik sosial," ujanya
