"Jumlahnya kopi yang diminum sedikitnya 4.000 cup. Baik di kalangan pemerintah hingga di warung pelosok desa di Tapsel," ujar Dolly dalam keterangan diterima, Sabtu.
Ia mengatakan, kopi yang diminum bersama-sama menggunakan sendok kayu manis. Bahan bakunya asli dari biji kopi arabika lokal (Tapsel).
"Ini upaya kita (Pemkab) agar produk unggulan (khusus kopi Tapsel) lebih mendunia. Upaya lain dilakukan melalui surat edaran Tahun 2021setiap Jumat, tetapkan hari minum kopi," jelasnya.
Dolly meyakini melalui aksi memasyarakatkan minum kopi akan dapat mendorong kesejahteraan masyarakat khususnya pelaku kopi daerah itu.
"Siapa lagi yang harus mencintai produk-produk unggulan lokal (kopi-red) kalau bukan kita kita sendiri? baik kepada tamu-tamu yang datang,"ujarnya sembari bertanya.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.