Medan (ANTARA) - Prajurit Satgas Yonif 122/Tombak Sakti (TS) Kodam I/Bukit Barisan berjalan sejauh lima kilometer untuk menyalurkan logistik bagi korban bencana di desa yang terisolasi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut).
'Prajurit tidak berhenti menembus desa terisolasi agar masyarakat segera mendapatkan bantuan,” ujar Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Rabu.
Asrul mengatakan prajurit menyalurkan bantuan logistik dengan berjalan kaki ke desa-desa yang terisolasi akibat bencana alam di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Lebih lanjut, ia mengatakan pendorongan dilakukan, karena akses kendaraan menuju Desa Mompang, Desa Mardame dan Desa Naga Timbul, Kecamatan Sitahuis masih terputus total.
Satgas Yonif menyalurkan sebanyak 196 karung goni beras, 84 dus mi instan, 115 dus air mineral, 15 dus biskuit, serta tiga goni pakaian layak pakai yang dipikul prajurit menuju titik pengungsian.
"Bantuan ini dibagikan kepada 120 KK di Desa Naga Timbul, serta masing-masing 20 KK di Desa Mompang dan Desa Mardame. Seluruh warga diketahui belum pernah mendapatkan bantuan sejak bencana terjadi," kata dia.
Ia menegaskan Kodam I/BB terus berupaya mempercepat distribusi bantuan bagi warga terdampak.
“Prajurit tidak berhenti menembus desa-desa terisolasi agar masyarakat segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ucapnya.
Kepala Desa Naga Timbul Bakhtiar Lumban Tobing mengatakan sekitar 1.300 warga masih bertahan di pengungsian dan belum menerima pasokan sembako.
Ia mengatakan bantuan dari Satgas Yonif 122/TS merupakan bantuan pertama yang berhasil masuk ke wilayah mereka. Keluhan serupa juga datang dari warga Pagaran Lambung 3 yang belum tersentuh bantuan sejak bencana melanda.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Satgas Yonif salurkan logistik desa terisolir di Tapanuli Tengah
