Medan (ANTARA) - YEAH Foundation pada Rabu (26/11) bersama sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan Program CSR Rehabilitasi Lahan Mangrove seluas 22 Ha untuk Silvofishery Kepiting Bakau (Scylla Serrata) berlokasi di Daerah Aliran Sungai (DAS)Sungai Sei Belawan, Desa Sei Baharu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
CSR ini merupakan bagian pertama/awal dari Program Berkelanjutan “Tumbuh Bersama” yang telah di- Grand Launching pada 22 Oktober 2025 di Pelabuhan Belawan dan kegiatan Rehabilitasi Mangrove ini disponsori oleh PT Belawan New Container Terminal berkolaborasi dengan PT Pelindo Terminal Petikemas.
Program CSR ini dirancang untuk merehabilitasi lahan mangrove non-produktif yang telah mengalami destruksifikasi mengubahnya menjadi lahan Silvofishery untuk ditanami mangrove agar dapat kemudian dimanfaatkan menjadi lokasi budidaya kepiting bakau.
Pelaksanaan Program CSR ini adalah bentuk dimulainya sebuah langkah konkrit pemberdayaan kelompok masyarakat setempat yaitu Kelompok Tani Hutan (KTH) Karya Mangrove yang berkolaborasi dengan Yayasan Edukasi Alam Hayati (YEAH Foundation) sebagai pelaksana program CSR, agar dapat memberi dampak nyata kepada lingkungan yang berkelanjutan sehingga mampu berdampak nyata baik secara sosial maupun ekonomi terhadap masyarakat sekitar terkhusus anggota KTH Karya Mangrove.
“Penanaman Mangrove adalah salah satu komponen kunci dalam strategi program berkelanjutan kami”, ujar Mr. Vineet Mahajan, dari Tumbuh Bersama Sustainability yang menghadiri seremoni bersama 6 orang jumlah rombongan dari luar negeri.
Acara ini dihadiri oleh total 43 orang relawan yang sangat antusias hadir pada acara penanaman seremonial meski di tengah kesulitan menempuh titik lokasi akibat cuaca yang kurang bersahabat.
Turut Hadir sebagai relawan Ibu Nur Syamsiah, Komisaris PT BNCT, dan juga perwakilan relawan dari shipping line seperti PT Evergreen SAI, MTT, Maersk, CMA CGM dan CTP Line yang turut memberi perhatian terhadap kegiatan rehabilitasi mangrove. Dalam sambutannya, Mr. M. Suffian bin Abdul Manaf, Presiden Direktur PT BNCT mengharapkan agar masyarakat sekitar dapat mengambil manfaat dari mangrove yang ditanam dan memperoleh manfaat yang berkelanjutan dari adanya program ini.
Acara seremoni dihadiri oleh stakeholder dari pemerintahan bidang rehabilitasi mangrove. Kementrian Kehutanan Republik Indonesia, diwakili oleh Bapak Sigit Budi Nugroho, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Wampu Sei Ular mengungkapkan, “ Kegiatan ini tidak saja membantu kinerja kami ketika dalam upaya untuk mencapai target-target kinerja pemulihan lingkungan dengan rehabilitasi hutan dan lahan”, yang didampingi oleh Mr. Vineet Mahajan dan Bapak Fraka Sinaga, Ketua Yayasan YEAH Foundation saat memberikan pesan sambutan.
Ronald Manullang, Kepala Unit Deli Serdang, KPH Wilayah 1 Stabat mengungkapkan dukungan penuh Dinas Lingkunan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara terhadap kegiatan ini untuk melestarikan alam yang diberikan Yang Maha Kuasa bagi kita.
Dari YEAH Foundation sebagai pelaksana, penerima Penghargaan Kalpataru 2021 dari Presiden Republik Indonesia.
Rudi Irwan Syahputra, Advisor YEAH Foundation turut memberikan pelatihan singkat tentang cara melaksanakan penanaman mangrove yang benar kepada para relawan dan kelompok masyarakat yang hadir..
Juga Dr. Timbul Sinaga, MSA, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dapil Deli Serdang, juga advisor YEAH Foundation, mewakili masyarakat mengharapkan keberhasilan dalam pelaksanaan program CSR ini agar dapat memberi manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat di dalamnya.
