Tapanuli Selatan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan melakukan pemakaman massal terhadap korban banjir bandang dan tanah longsor di kompleks Pemakaman PTPN IV Perkebunan Batang Toru, Minggu (30/11). Sebanyak sembilan jenazah dimakamkan dalam prosesi tersebut.
Pemakaman berlangsung dengan pengawalan ketat dan penuh keprihatinan. Turut hadir Kapolsek Batangtoru beserta personel kepolisian dan tim BPBD yang sejak awal terlibat dalam evakuasi korban. Para petugas juga mengatur prosesi pemakaman agar berjalan lancar dan aman.
"Dengan pemakaman yang dilakukan hari itu, total sudah 16 jenazah korban banjir bandang yang dikebumikan secara massal di lokasi tersebut. Sementara jenazah lain telah dibawa dan dimakamkan oleh pihak keluarga masing-masing," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapsel, Idam Halid Pulungan, kepada ANTARA.
Dia menjelaskan, bahwa proses pemakaman kali ini dilakukan secara manual tanpa alat berat. Hal tersebut terjadi karena kondisi lokasi dan keterbatasan peralatan di tengah situasi darurat pascabencana.
Jenazah yang dimakamkan merupakan korban banjir bandang dahsyat yang terjadi pada Senin (11/2025). Mereka terseret derasnya aliran Sungai Garoga yang membawa material lumpur, batu, dan kayu gelondongan hingga menyebabkan banyak warga hilang dan ditemukan dalam kondisi meninggal.
Sebelum dimakamkan, seluruh jenazah telah disemayamkan di Puskesmas Batang Toru. Namun, hingga beberapa hari berlalu, tidak satu pun pihak keluarga mengenali mereka. Untuk mencegah kondisi memburuk, BPBD memutuskan melakukan pemakaman massal sesuai prosedur kebencanaan.
Petugas memastikan seluruh proses pemulasaraan telah dilakukan secara layak dan mengikuti standar yang berlaku. Setiap jenazah dicatat dan didokumentasikan untuk keperluan identifikasi apabila keluarga datang di kemudian hari.
Di katakan, Pemakaman massal ini menjadi salah satu langkah penanganan darurat di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung terhadap puluhan warga yang dilaporkan hilang. Hingga kini, tim gabungan masih bekerja di lapangan menghadapi medan berat dan potensi longsor susulan.
BPBD Tapsel mengimbau masyarakat tetap waspada dan mendukung proses evakuasi serta identifikasi, mengingat bencana besar ini meninggalkan dampak luas dan membutuhkan kerja bersama seluruh pihak.
