Rantauprapat (Antaranews Sumut) – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mengembangkan potensi pariwisata daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Labuhanbatu, Hobol Zulkufli Rangkuti, Minggu di Rantauprapat menampaikan, terus melakukan penelitian pengembangan potensi pariwisata dan merumuskannya bersama pemangku kepentingan.
Pihaknya akan melakukan terobosan dan inovasi untuk pembangunan daerah dengan mengembangkan objek wisata daerah yakni, Tugu Juang 45, Aek Sirao-rao dan Linggahara di Kecamatan Rantau Selatan, Air Sampuran di Kecamatan Rantau Utara.
Pemandian air Aek Pala di Kecamatan Bilah Barat, pengembangan Pulau Sikantan dan Pelabuhan Batu di Kecamatan Panai Tengah dan objek wisata Pantai Kahona di Kecamatan Panai Hilir.
Dalam rapat seminar hasil penelitian pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Labuhanbatu, pihaknya menyampaikan, bahwa gambaran ringkas diawali dari seminar proposal yang telah dilaksanakan pada minggu pertama bulan April 2018, kemudian dilakukan penelitian pada objek-objek wisata.
Menurut Hobol, dalam penelitian tersebut dilakukan teknik pengumpulan data dalam bentuk dokumen, observasi, interview personal, selanjutnya dilakukan analisis data berupa coding.
Menentukan kesamaan data dan informasi, mengkolaborasikan perbedaan data dan informasi, melakukan klasifikasi dan kategorisasi dan mencari hubungan di antara masing-masing kategorisasi.
"Tujuan penelitian tersebut, pertama untuk mendiskripsikan kondisi eksisting objek wisata di Kabupaten Labuhanbatu, kedua, membangun dan mengembangkan potensi pariwisata di Kabupaten Labuhanbatu," katanya.
Staf Ahli Bidang Ekbang dan Kesra Setdakab Labuhanbatu, Esty Pancaningdyah, menyampaikan penelitian yang dilakukan ini merupakan langkah awal agar Kabupaten Labuhanbatu dapat memiliki objek wisata.
Menurutnya, pengembangan potensi pariwisata dapat dilakukan dengan membangun gedung pertunjukan/pagelaran kesenian di lokasi wisata, membangun museum.
Selanjutnya, menyediakan atraksi-atraksi kebudayaan di lokasi wisata, memberdayakan masyarakat setempat, melakukan kerja sama dengan pihak Travel/Agent, mempersiapkan SDM yang profesional dan bekerjasama antar OPD.
