Medan (ANTARA) - Suasana haru terasa dalam bimbingan rohani digelar Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai Sarwedi Gultom saat memberikan pembinaan spiritual kepada para warga binaan di Lapas Kelas II B Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan agar tetap memiliki semangat untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Momen itu menjadi kesempatan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT lewat tausyiah maupun bimbingan keagamaan dalam suasana penuh kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Sarwedi Gultom memberikan perhatian khusus kepada salah seorang warga binaan bernama Mirhamuddin Saragih.

Ia menyerahkan hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan Mirhamuddin yang mendalami ajaran Islam selama menjalani masa pembinaan di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi.

"Justru di dalam lapas ini, saya mulai mengenal dan mendalami nilai-nilai Islam dengan lebih serius," kata Mirhamuddin.

Bahkan, ia mengaku, banyak belajar memperbaiki ibadah serta memahami ajaran agama yang sebelumnya belum begitu ia dalami.

“Di sinilah saya mulai benar-benar belajar agama. Saya belajar membaca Al-Qur’an, memperbaiki ibadah, dan memahami arti kehidupan,” ungkap Mirhamuddin di hadapan para peserta bimbingan rohani.

Kesungguhan Mirhamuddin ini tidak berhenti sampai di situ. Akibat ketekunan dan semangat belajar yang tinggi, ia kini dipercaya menjadi imam di Masjid Lapas Kelas II B Tebing Tinggi. 

Selain itu, Mirhamuddin juga telah berhasil menghafal Juz 30 Al-Qur’an, suatu capaian yang membanggakan bagi dirinya dan juga bagi para pembimbing rohani di lapas tersebut.

Sarwedi menyampaikan, perubahan positif seperti ini merupakan bukti bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. 

Ia berharap kisah Mirhamuddin dapat menjadi inspirasi bagi warga binaan lainnya untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Menurutnya, pembinaan rohani memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kesadaran spiritual para warga binaan. 

"Melalui pendekatan keagamaan, kami harapkan mereka mampu menemukan kembali makna hidup serta memiliki tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nantinya," tutur Sarwedi.

Adapun pemberian hadiah sederhana kepada Mirhamuddin Saragih tersebut menjadi simbol penghargaan atas perjuangan dan perubahan yang telah ia lakukan.

Momen tersebut juga menjadi pengingat, bahwa setiap usaha menuju kebaikan selalu layak untuk diapresiasi.

 



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026