Medan (ANTARA) - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, yang menjadi bagian dari penguatan kerja sama kelembagaan sekaligus momentum pembinaan spiritual bagi warga binaan.
Wakil Rektor UINSU Prof. Dr. Muzakkir di Medan, Rabu, mengatakan, pihaknya mengajak seluruh warga binaan untuk memaknai rutan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi sebagai "madrasah jiwa", ruang pembelajaran spiritual untuk kembali menemukan jati diri dan mendekat kepada Allah SWT.
Ia menegaskan bahwa setiap manusia pasti pernah berbuat salah, namun yang terbaik adalah mereka yang segera bertaubat.
Secara khusus, Prof. Muzakkir menekankan tiga syarat utama diterimanya taubat. Pertama, adanya penyesalan yang sungguh-sungguh atas dosa yang telah dilakukan. Penyesalan ini bukan sekadar ucapan, melainkan kesadaran mendalam yang lahir dari hati.
Kedua, segera berhenti dari perbuatan dosa tersebut dan tidak menunda-nunda. Taubat tidak bermakna jika seseorang masih terus melakukan kesalahan yang sama. Ketiga, bertekad kuat dan istiqomah untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut di masa mendatang. Tekad ini menjadi bukti keseriusan seorang hamba dalam memperbaiki diri.
Ia juga mengingatkan bahwa hidup manusia ditentukan oleh bagaimana ia mengakhiri kehidupannya. Karena itu, momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperbanyak zikir, istighfar, dan amal kebaikan.
"Jangan pernah merasa bahwa hidup telah berakhir hanya karena berada di balik jeruji. Justru di sinilah kesempatan memperbaiki diri terbuka lebar,” pesannya, seraya menguatkan para warga binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai titik balik kehidupan," katanya.
Kepala Rutan Kelas I Medan Andi Surya menyampaikan apresiasi atas konsistensi UINSU Medan dalam mendukung pembinaan warga binaan. Ia berharap kerja sama itu tidak hanya sebatas seremoni, tetapi benar-benar menghadirkan program pendidikan, pembinaan mental, serta pendampingan yang berkelanjutan bagi para warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
"Tentunya kami sangat berharap kerjasama yang sudah terjalin ini dapat terus dilanjutkan bahkan ditingkatkan," katanya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoA) antara beberapa fakultas di UINSU Medan dengan pihak Rutan sebagai tindak lanjut kerja sama UINSU bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam bidang pendidikan, pembinaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan itu, UINSU Medan menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.
Safari Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud nyata dakwah dan pengabdian, menjadikan setiap ruang, bahkan di balik jeruji, sebagai madrasah jiwa menuju pribadi yang lebih baik.
