Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memasifkan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke sejumlah mitra guna menjaga stabilitas harga pasca-bencana alam di wilayah tersebut.
"Izin pelaksanaan penyaluran beras SPHP berlanjut pada 2026, apalagi Sumut terjadi bencana alam yang secara otomatis terkendala pada penyaluran," ujar Pemimpin Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Rabu.
Budi mengatakan, untuk itu, pihaknya memasifkan penyaluran beras SPHP agar menormalisasi harga terutama di daerah terdampak bencana di Sumut.
Menurut dia, jalur untuk melakukan pendistribusian beras tersebut sudah dapat dijangkau seperti di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, maupun Kabupaten Tapanuli Selatan.
"Secara total penyaluran beras SPHP di Sumut yang dilakukan sebanyak 200-300 per ton per hari guna menjaga stabilitas harga beras di wilayah tersebut," ucapnya.
Budi menambahkan, sejak Januari hingga saat ini total penyaluran beras SPHP di seluruh Sumut sudah mencapai 3.761 ton dengan 89.861 ton beras atau 1,5 juta ton secara nasional untuk 2026.
Untuk menjaga pasokan pangan di Sumut, kata dia, beras SPHP disalurkan melalui sejumlah mitra, antara lain program Gerakan Pangan Murah (GPM), pengecer di pasar rakyat, gerai pangan binaan pemerintah daerah, BUMN yang bergerak di bidang pangan.
"Kami berharap dengan adanya kerja sama itu, supaya cepat tersalur ke pasar di daerah pelosok Sumut, dan menjadi alternatif harga untuk masyarakat dalam membeli beras," tutur dia.
Dia mengatakan, aturan dalam penjualan tetap sama sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram, hanya saja untuk harga jual tergantung kebijakan setiap instansi.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.