Tapanuli Utara (ANTARA) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapanuli Utara Budiman Gultom mengungkapkan, sebanyak 5 unit dari jumlah total 40 unit hunian sementara (huntara) untuk korban bencana alam di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Taput yang akan dibangun, telah berdiri di Dusun 1 Desa Sibalanga.
"Per hari ini, sudah ada sejumlah 5 unit Huntara yang telah berdiri dari total 40 unit yang direncanakan akan dibangun," ungkap Budiman kepada Antara, Rabu (7/1).
Disebutkan, untuk kelima unit bangunan, proses penyediaan jaringan listrik, air hingga kelengkapan lainnya masih terus dikerjakan.
"Sesuai informasi kita terima, pembangunan unit huntara ini ditarget rampung pada akhir Januari 2026," terangnya.
Pantauan Antara di lokasi, rampungnya pembangunan unit hunian sementara ini sangat dinantikan puluhan warga terdampak bencana untuk segera dapat ditempati.
Sementara, kondisi proses pembangunan masih cukup panjang mengingat sejumlah unit bangunan baru berupa rangka, dengan dinding yang belum tertutup sempurna.
Di tengah medan tanah yang lembab dan cuaca yang kerap berubah, para pekerja tampak terus berjibaku menyelesaikan bangunan satu per satu.
Seorang pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pembangunan Huntara terus dikebut agar dapat segera ditempati warga.
" Pengerjaan dimulai sejak akhir Desember 2025. Target kami, seluruh Huntara bisa selesai dan siap digunakan pada akhir Januari 2026," ucapnya.
Huntara disiapkan sebagai solusi darurat bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Selama menunggu hunian sementara rampung, sebagian warga masih bertahan di pengungsian dan di rumah kerabat, dengan keterbatasan ruang dan fasilitas.
