Tapanuli Utara (ANTARA) - Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat secara hybrid mengikuti agenda peresmian serentak hunian sementara (huntara) untuk tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang diresmikan Mendagri Tito Karnavian sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang dipusatkan di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pada agenda yang digelar di Desa Sibalanga Kecamatan Adian Koting, Bupati Jonius didampingi Direktur Pengembangan Strategi Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo menyerahkan kunci rumah siap huni kepada tiga warga perwakilan dari total 40 unit Huntara untuk warga penyintas bencana alam banjir dan longsor.
"Semua sudah lengkap, dan sebagian unit Huntara tinggal memasang pipa air agar bisa masuk ke rumah. Harapan kita, secepatnya warga kembali ke kehidupan normal dan bisa melakukan aktifitas seperti biasa," ujar Bupati Jonius, Kamis (5/2).
Disebutkan, hunian sementara akan ditempati penyintas bencana hingga lima bulan ke depan dan nantinya huntara diproyeksikan menjadi hunian tetap.
Unit Huntara telah dilengkapi sarana prasarana Huntara seperti jalan lingkungan, ketersediaan air bersih, dan listrik PLN.
"Tidak tertutup kemungkinan hunian ini menjadi tetap, tetapi harus menunggu proses pengalihan hak tanah dan perlu dibicarakan kepada pemerintah pusat," sebutnya.
Nantinya, kisaran anggaran Rp.60 juta per unit yang akan dikucurkan ke depan akan menjadikan huntara sebagai hunian tetap.
Selain itu, Bupati Jonius juga menjelaskan informasi terkini pascabencana alam di Taput, sejumlah 6 desa di wilayah Taput masih butuh ketersedian aliran listrik PLN dan hal tersebut telah disampaikan kepada Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian.
