Langkat (ANTARA) - Tidak benar ada oknum Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Langkat yang meminta warga untuk “mengklaim bantuan” seperti yang beredar di media sosial dan pemberitaan daring, tidak pernah terjadi, dan tidak sesuai dengan mekanisme resmi penanganan bantuan di masa tanggap darurat banjir, agar bantuan disalurkan melalui inatansi itu.
Klarifikasi ini disampaikan Kadis Sosial Taufik Rieza, di Stabat, sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga transparansi dan memastikan seluruh masyarakat mendapatkan informasi yang akurat selama proses penanganan bencana.
"Tidak ada mekanisme klaim bantuan, dan tuduhan Itu tidak berdasar, ini pencemaran nama baik institusi, tudingan adanya oknum yang meminta klaim bantuan merupakan informasi keliru yang tidak memiliki dasar," tegasnya.
“Seluruh proses penyaluran bantuan dilakukan melalui posko resmi, berdasarkan data lapangan dari kecamatan, desa, dan relawan. Tidak ada mekanisme titip nama, klaim, ataupun permintaan daftar penerima secara informal. Itu tidak benar dan tidak pernah menjadi prosedur kami,” ungkap Taufik Rieza.
Taufik Rieza juga menjelaskan bahwa ia sudah menghubungi langsung pihak yang membuat konten tersebut, seorang relawan berinisial R, untuk meminta klarifikasi dan menanyakan siapa nama personel Dinsos Langkat yang diduga melakukan tindakan tersebut.
“Yang bersangkutan saya hubungi secara baik-baik. Saya tanya langsung, siapa petugas kami yang anda maksudkan. Namun sampai sekarang belum ada jawaban sama sekali dari yang bersangkutan,” jelas Taufik.
Ia menegaskan bahwa ketidakmampuan pelaku pembuat konten itu untuk menyebutkan nama, jabatan, atau bukti pendukung memperkuat bahwa tuduhan tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan.
“Jika memang ada oknum, tentu mudah disebutkan siapa orangnya, nomor hpnya. Namun sampai sekarang tidak ada nama atau data lain yang disampaikan, sehingga tuduhan itu semakin tidak berdasar,” tambahnya.
Untuk diketahui bersama sejak banjir melanda di Kabupaten Langkat, Dinas Sosial bergerak cepat dan fokus menjalankan tugas kemanusiaan. Upaya yang telah dilakukan meliputi pendirian dapur umum induk di Kantor Dinsos serta dapur umum lapangan di beberapa kecamatan, memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari bagi pengungsi.
Lalu, distribusi logistik secara merata ke desa-desa terdampak berupa sembako, matras, selimut, pakaian, kebutuhan bayi, air bersih, dan logistik penting lainnya,
koordinasi intensif dengan BPBD, BNPB, Kemensos RI, TNI/Polri, perangkat kecamatan, serta relawan kemanusiaan untuk mempercepat jangkauan distribusi.
Selanjutnya melakukan pendataan terpadu melalui aparatur desa, Tagana, dan relawan untuk menjamin tidak ada warga terdampak yang terlewat.
Taufik Rieza menegaskan bahwa seluruh aparatur Dinsos bekerja tanpa henti demi memastikan warga terdampak mendapatkan haknya secara merata, cepat, dan tepat sasaran.
Disisi lain Bupati Langkat Syah Afandin, secara rutin turun langsung ke lokasi terdampak banjir. Bupati juga mendampingi Gubernur Sumatera Utara meninjau korban banjir. Ia memastikan bahwa proses distribusi logistik berjalan sesuai prosedur dan menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyimpangan.
“Kami ingin memastikan seluruh warga tertangani. Tidak boleh ada yang terlewat, apalagi disalahgunakan,” tegas Bupati saat memantau penyaluran bantuan di sejumlah titik bersama Gubernur.
Pemerintah Langkat berharap masyarakat tetap tenang, saling mendukung, dan menjadi bagian dari upaya pemulihan pasca bencana.
