Medan (ANTARA) - Pengungsi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang memasuki fase pemulihan baru seiring serah terima 600 unit Rumah Hunian Sementara Danantara (Huntara) kepada pemerintah daerah, Kamis (8/1).
Hunian tersebut dibangun melalui kolaborasi sejumlah BUMN Karya dengan PT Hutama Karya (Persero) sebagai kontraktor pelaksana, dan diserahkan secara resmi oleh Danantara Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk dikelola dan dimanfaatkan bagi warga terdampak.
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan pembangunan huntara merupakan bagian dari komitmen menghadirkan hunian sementara yang layak, aman, dan mendukung pemulihan layanan dasar masyarakat pascabencana.
“Pemulihan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi bagaimana hunian dapat memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Rohan.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengapresiasi sinergi lintas BUMN dan pemerintah daerah dalam percepatan penyediaan hunian bagi pengungsi. Menurut dia, kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam penanganan pascabencana.
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan terima kasih atas kecepatan pembangunan huntara yang disebut sebagai hunian pertama yang diterima daerahnya sejak bencana terjadi.
“Kami akan mendistribusikan secara bertahap, dimulai dari 100 unit, agar proses adaptasi masyarakat dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Pembangunan huntara dimulai pada 24 Desember 2025 dan diserahterimakan pada 8 Januari 2026. Hunian dirancang memenuhi standar kelayakan hunian darurat dengan struktur yang kokoh serta dilengkapi utilitas dasar seperti air bersih, sanitasi, dan dukungan listrik. Selain itu, dukungan layanan kesehatan juga disiapkan untuk menunjang pemulihan warga.
Kawasan Rumah Hunian Danantara turut dilengkapi fasilitas pendukung, antara lain klinik, taman bermain, akses internet, dan listrik tanpa biaya, guna mendukung aktivitas sosial keluarga selama masa transisi. Pengelolaan selanjutnya, termasuk penetapan penerima manfaat dan mekanisme distribusi, akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.
Direktur Operasional II Hutama Karya Gunadi mengatakan pembangunan hunian pascabencana harus mengutamakan mutu, fungsi, serta keselamatan penghuni.
“Hunian ini harus benar-benar siap dihuni agar dapat menunjang rutinitas keluarga. Kami berharap kolaborasi ini menjadi penyemangat bagi warga terdampak untuk kembali beraktivitas,” ujarnya.
Selain di Aceh Tamiang, Hutama Karya juga merencanakan pembangunan Rumah Hunian Danantara di sejumlah wilayah lain di Provinsi Aceh. Saat ini, pekerjaan pembangunan telah dimulai di Kabupaten Aceh Timur, masing-masing di Kecamatan Simpang Ulim dengan luas 960 meter persegi dan Kecamatan Julok seluas 495 meter persegi, dengan total sekitar 45 unit hunian.
Hunian tersebut direncanakan dilengkapi fasilitas umum seperti toilet dan dapur umum yang disesuaikan dengan jumlah penghuni, guna memperluas akses hunian layak bagi keluarga terdampak bencana di wilayah Aceh.
