Tapanuli Selatan (ANTARA) - Ratusan warga Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mengaku minim menerima bantuan logistik lebih dari sepekan pascabanjir bandang yang melanda wilayah itu. Kondisi tersebut sempat memaksa sebagian warga bertahan hidup dengan ubi dan jagung.
Kepala Desa Simataniari, Hasian Harahap mengatakan bantuan yang diterima warga hingga saat ini baru berasal dari PLTA Batang Toru sekitar 500 kilogram beras, serta 250 kilogram dari kelompok masyarakat di Kota Pinang. “Selain itu belum ada bantuan lain yang masuk ke desa kami,” ujarnya saat dihubungi ANTARA, Jumat.
Ia menjelaskan, banjir pada 24 November 2025 merendam dua dusun, yaitu Dusun Sibara-bara dan Dusun Setia Baru. Bencana itu memaksa lebih dari 700 jiwa dari sekitar 187 kepala keluarga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
“Sejak banjir hingga sekarang belum banyak pihak yang datang melihat kondisi masyarakat yang terdampak. Persediaan pangan sangat minim, sehingga sebagian warga terpaksa makan campuran ubi dan jagung agar cukup untuk bertahan hidup,” tuturnya dengan nada lirih.
Minimnya logistik diperparah dengan akses jalan yang terputus. Sebagian pengungsi terpaksa membangun tenda darurat secara swadaya di kawasan perbukitan, sementara lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat terdekat.
Warga kini bergotong royong membersihkan lumpur tebal yang menutupi sepanjang tiga kilometer ruas jalan menuju dua dusun terdampak. “Tebal lumpurnya antara 50 sampai 60 sentimeter. Drainase juga tertutup dan halaman rumah warga masih dipenuhi lumpur,” kata Hasian.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapanuli Selatan, Idam Halid Pulungan, mengatakan seluruh bantuan sudah disalurkan hingga tingkat kecamatan. “Apakah distribusinya sampai ke warga secara keseluruhan, nanti akan kami cek kembali,” ujarnya.
Camat Angkola Sangkunur, Danil, menyebut bantuan dari sejumlah pihak seperti PLTA Batang Toru, KAHMI, dan IOF sudah masuk ke Simataniari, termasuk Dusun Sibara-bara. Namun ia mengaku belum mendapat laporan lengkap mengenai Dusun Setia Baru.
“Memang ada informasi bantuan belum terbagi merata. Itu yang akan kami pastikan kembali,” katanya.
