Tapanuli Selatan (ANTARA) - Total jumlah sementara korban yang meninggal dunia dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara sudah mencapai 81 orang.
"Itu per 3 Desember 2025 sekira pukul 15.00 WIB," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel, Julkarnaen Siregar kepada ANTARA, Rabu.
Selain korban nyawa, sebanyak 33 orang hilang atau belum diketemukan, dan masih terus dalam pencarian. Sedang korban luka-luka tercatat 77 orang.
"Untuk korban yang mengungsi sebanyak lebih kurang 7 ribu tersebar di 12 kecamatan di Tapsel. Ada di titik lokasi-lokasi pengungsian yang telah disediakan, di samping di rumah-rumah saudara mereka," tambahnya.
Bencana besar ini dipicu hujan deras yang terjadi sejak, Senin (24/11/2025). Berbagai pihak mulai pemerintah, tim relawan, juga unsur TNI-Polri semuanya bahu membahu turun membantu para korban.
Sementara untuk kerugian material dari balik peristiwa tersebut, kata dia, cukup signifikan. Pasalnya, banyak rumah penduduk hancut, juga jalan, irigasi, persawahan, sekolah, jaringan air bersih, dan fasilitas umum lain seperti Masjid, Gereja, Pasar.
"BPBD terus secara kontinu bersama perangkat kecamatan melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan skala kerusakan," tegasnya.
Pastinya, tambah Julkarnaen, tim gabungan dari BNPD, BPBD, TNI, Polri, Basarnas dan relawan dibantu masyarakat terus melakukan pencafian warga yang masih hilang.
"Proses evakuasi dan penyaluran bantuan juga terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan logistik, air bersih, dan layanan kesehatan bagi pengungsi," tutupnya.
