Tapanuli Selatan (ANTARA) - Ratusan warga terdampak banjir bandang Sungai Garoga di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), menyuarakan permintaan agar Presiden RI Prabowo Subianto memberi perhatian khusus terhadap kondisi mereka pascabencana yang terjadi Senin (24/11).
Sadarum Simbolon (50), warga Desa Huta Godang, mengatakan sebagian besar masyarakat masih menunggu bantuan dan berharap pemerintah pusat segera turun tangan.
“Sudah tiga hari, masih ada warga yang belum mendapat bantuan. Kalau bisa secepatnya. Pak Prabowo, perhatikan kami. Indonesia harga mati,” ujarnya penuh harap ketika diwawancarai wartawan, Kamis (27/11).
Sadarum menyebut kebutuhan paling mendesak adalah perbaikan infrastruktur jalan yang rusak akibat banjir bandang serta pemenuhan bantuan logistik untuk warga yang masih bertahan di pengungsian.
11 Kecamatan Terdampak, 20 Warga Meninggal Dunia
Berdasarkan laporan resmi BPBD Tapanuli Selatan, banjir bandang dan tanah longsor dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi pada Senin (24/11) sekitar pukul 07.00 WIB.
Dampaknya meluas hingga 11 kecamatan, yakni: Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tano Tombangan Angkola, Angkola Muaratais
Badan Penanggulangan Bencana Daaerah (BPBD) juga dalam laporkan yang diterima ANTARA, menyebut sementara 20 orang meninggal dunia, dengan rincian: 1 orang di Kecamatan Sipirok, 1 orang di Kecamatan Angkola Barat, 18 orang di Kecamatan Batangtoru.
Korban luka-luka tercatat sebagai berikut: Sipirok: 1 luka berat (hanyut), Angkola Barat: 1 luka berat (tertimpa pohon tumbang), Batang Toru & sekitarnya: 36 luka berat dan ringan.
