Madina (ANTARA) - Luapan air Sungai Aek Simalagi kembali merendam wilayah Desa Binanga, Kecamatan Hutabargot, Mandailing Natal, pada Minggu pagi (23/11). Genangan mencapai sekitar 30 sentimeter dan menutupi halaman SDN 124 Binanga sehingga proses belajar mengajar terpaksa dihentikan untuk sementara.
Kepala BPBD Mandailing Natal, Mukhsin Nasution, mengatakan kondisi air sebenarnya sudah surut pada Sabtu (22/11). Namun banjir kembali terjadi setelah rumpun bambu tumbang dan menyumbat aliran sungai.
“Pukul 08.32 WIB kami menerima laporan dari Camat Hutabargot bahwa pohon bambu tumbang di Desa Binanga. Rumpun bambu tersebut menutup aliran sungai sehingga air kembali meluap ke halaman sekolah dan permukiman warga,” ujar Mukhsin.
Ia memastikan tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Madina langsung turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan bambu tumbang dan penanganan awal.
Mukhsin menjelaskan, luapan Sungai Aek Simalagi sebelumnya juga terjadi pada Sabtu (22/11), namun genangan lebih tinggi terjadi pada Minggu pagi akibat aliran sungai kembali tersumbat.
“Dua unit rumah warga dan halaman sekolah sempat tergenang setinggi sekitar 30 sentimeter. Sore ini alat berat excavator dari Dinas PUPR akan diturunkan untuk normalisasi sungai dan evakuasi rumpun bambu yang berada di tengah aliran,” jelasnya.
Saat ini, air disebut sudah mulai surut dan situasi di Desa Binanga berangsur normal meskipun cuaca masih gerimis. BPBD Madina bersama perangkat desa tetap siaga mengantisipasi luapan susulan jika hujan kembali turun.
