Madina (ANTARA) - Tingkat hunian pasien di RSUD Panyabungan secara rutin telah melebihi 90 persen dari kapasitas yang tersedia. Kondisi tersebut dinilai sudah mendesak dilakukan pengembangan rumah sakit, baik melalui pengajuan ke Kementerian Kesehatan maupun melalui skema kerja sama dengan pihak swasta atau BUMN.
“Tingkat hunian pasien sudah rutin di atas 90 persen. Karena itu RSUD Panyabungan perlu dikembangkan, baik melalui dukungan Kemenkes maupun kerja sama dengan swasta atau BUMN,” ujar Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution saat meninjau RSUD Panyabungan di Panatapan, Desa Parbangunan, Panyabungan, Senin (5/1).
Menurut Saipullah, lonjakan kebutuhan layanan kesehatan harus segera direspons agar masyarakat memperoleh pelayanan yang optimal.
Dalam kunjungan itu, Bupati juga mengingatkan pihak manajemen untuk mempercepat pengoperasian layanan hemodialisis sesuai rekomendasi hasil verifikasi Kementerian Kesehatan.
“Vendor yang bekerja sama memiliki tanggung jawab menyiapkan ruangan RO sesuai standar Kemenkes. Kami minta segera dilakukan perbaikan agar layanan hemodialisis bisa segera beroperasi,” tegasnya.
Saipullah juga menanggapi keluhan masyarakat terkait belum tersedianya ruang ibadah di rumah sakit tersebut. Untuk sementara, kata dia, akan disediakan satu ruangan khusus bagi pengunjung yang akan melaksanakan salat.
Ke depan, sesuai desain dan layout rumah sakit, telah disiapkan area khusus di bagian belakang untuk pembangunan masjid atau rumah ibadah permanen. Namun saat ini pemerintah daerah masih memprioritaskan pengoperasian layanan vital seperti klinik, ruang operasi, dan ruang rawat inap.
“Banyak pengunjung yang kesulitan ketika hendak salat. Bahkan ada ustaz yang menyampaikan langsung hal itu,” kata Saipullah.
Terkait dukungan alat kesehatan, Saipullah menjelaskan hasil audiensi dengan Menteri Kesehatan bahwa program ke depan akan difokuskan pada penyediaan peralatan dasar rumah sakit serta peningkatan kualitas SDM kesehatan.
"Fokusnya peningkatan SDM, dari dokter umum menjadi spesialis, penambahan dokter spesialis, hingga peningkatan kapasitas perawat. Untuk bantuan alat kesehatan, peluangnya tidak sebesar sebelumnya,” tuturnya.
Sejumlah alat kesehatan siap dikirim
Direktur RSUD Panyabungan, dr Rusli Pulungan, mengatakan sejumlah alat kesehatan bantuan Kemenkes telah dipersiapkan dan sebagian di antaranya sedang dalam proses pengiriman.
Menurutnya, bantuan tersebut meliputi peralatan BKIA (Kesehatan Ibu dan Anak), cathlab, CT Scan, mamografi, serta alat endoskopi untuk pemeriksaan saluran cerna.
“Seharusnya bantuan ini masuk pada 2025. Namun karena program berlaku nasional, untuk daerah kita realisasinya baru awal tahun ini,” jelasnya.
Seluruh alat kesehatan tersebut ditargetkan sudah terpasang dan berfungsi paling lambat pada Maret mendatang.
