Madina (ANTARA) - Memasuki hari kedua kunjungan kerjanya di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menghadiri kegiatan Penguatan HAM bagi Masyarakat yang digelar di Pasar Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Minggu (19/10).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pembacaan ikrar dan komitmen masyarakat sadar HAM oleh warga Madina. Selain itu, juga dilakukan penyaluran zakat, infak, dan sedekah kepada mustahik oleh Baznas melalui program Madina Sehat, Madina Taqwa, Madina Cerdas, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pasar murah.
Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan apresiasi atas satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya membawa perubahan signifikan dalam pemenuhan hak dasar masyarakat.
"Spesial, sangat khusus bagi bangsa Indonesia karena sudah genap satu tahun di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto, sekaligus bertepatan dengan ulang tahun beliau yang ke-74,” ujar Pigai.
Ia menilai Presiden Prabowo sebagai sosok patriot dan negarawan yang menghadirkan berbagai kebijakan pro-rakyat, seperti program makan bergizi gratis, pendidikan rakyat gratis, layanan kesehatan gratis, dan perumahan untuk masyarakat.
"Beliau menghadirkan makan bergizi gratis, pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan perumahan untuk rakyat,” ungkap Pigai.
Lebih lanjut, Pigai menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam Pancasila.
Sementara itu, Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Prabowo Subianto dan menegaskan komitmen Pemkab Madina dalam penegakan HAM.
Menurut Saipullah, hak asasi manusia merupakan anugerah mendasar yang dimiliki setiap orang dan telah diatur secara universal melalui Universal Declaration of Human Rights (UDHR) yang ditetapkan pada 10 Desember 1948.
"Pemkab Madina berkomitmen dalam penegakan HAM sebagaimana dituangkan dalam Rencana Aksi Nasional HAM 2021–2025. Hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya harus dilindungi secara berimbang,” katanya.
Saipullah juga menyinggung nilai-nilai lokal masyarakat Mandailing yang selaras dengan prinsip HAM, seperti falsafah Dalihan Na Tolu yang menekankan kesetaraan, rasa hormat, tolong-menolong, dan keseimbangan dalam kehidupan sosial.
Selain itu, terdapat pula Poda Na Lima. Lima pedoman moral masyarakat yang mencakup paias rohamu (kebersihan hati, paias pamatangmu (kebersihan hati), paias parabitonmu (pakaian), paias bagasmu (rumah) dan paias pakaranganmu (lingkungan).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Utara Dr. Flora Nainggolan, Wakil Bupati Atika Azmi Utammi, Penjabat Sekdakab Sahnan Pasaribu, unsur Forkopimda, para kepala OPD, Ketua TP PKK , Yupri Astuti, dan tokoh adat setempat.
