Pematang Siantar (ANTARA) - Harga komoditi cabai merah menjadi penyumbang utama tingginya inflasi di Kota Pematangsiantar periode September 2025, yang mencapai 0,47 persen.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Pematangsiantar, Sari Dewi Rizkiyani Damanik, Sabtu (18/10) menyebut, pengaruh harga cabai merah sebesar 0,50 persen, selain emas perhiasan, dan cabai hijau.
Sari menjelaskan, cabai merah mempengaruhi inflasi, karena harganya yang fluktuatif dan sensitif terhadap cuaca buruk yang menyebabkan pasokan berkurang, biaya transportasi yang meningkat, dan distribusi yang tidak lancar.
Kenaikan harga cabai menjadi pemicu utama inflasi, terutama pada kelompok bahan makanan, karena cabai merupakan komoditas pokok yang penting bagi sebagian besar masyarakat.
Untuk menekan laju inflasi, lanjut Sari, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kota Pematangsiantar menggelar pasar murah dan gerakan pangan murah di setiap kecamatan.
Di dua kegiatan ini, selain menyediakan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir, juga ada cabai merah.
Makanya dia berharap, di bulan Oktober 2025, inflasi Kota Pematangsiantar bisa terkendali seiring turunnya harga cabai merah.
