Medan (ANTARA) - Rumah Sakit (RS) Adam Malik bersama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono melakukan kerja sama untuk menjalankan operasi bypass cerebral pertama di Sumatera Utara.
Pelaksana Tugas Direktur Utama RS Adam Malik dr Zainal Safri menjelaskan operasi bypass cerebral itu dilakukan untuk menangani penyakit moyamoya yang merupakan salah satu masalah pembuluh darah di otak.
"Kasus moyamoya di rumah sakit ini belum pernah dilakukan tindakan medis. Untuk itu kami bekerja sama dengan tim medis RS PON," ujar Pelaksanaan Tugas Direktur Utama RS Adam Malik dr Zainal Safri di Medan, Sabtu.
Zainal melanjutkan dengan adanya kerja sama tersebut, ke depan dapat menangani gejala moyamoya itu secara mandiri di RS Adam Malik.
Menurutnya, tim medis di RS Adam Malik memiliki kemampuan dan SDM dokter spesialis bedah saraf untuk menangani penyakit tersebut, hanya saja kasus moyamoya belum pernah ditemukan.
"Adanya kerja sama dengan RS PON, akan diketahui kasus moyamoya itu di RS Adam Malik karena selama ini belum optimal untuk diketahui identifikasi gejala tersebut," ucap dia.
Moyamoya adalah istilah dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menggambarkan tumbuhnya banyak pembuluh darah kecil akibat penyempitan pembuluh darah utama.
Gejala awal moyamoya mirip dengan gejala stroke, termasuk di antaranya kelemahan pada salah satu bagian tubuh, baal, dan gangguan tidak lazim seperti mendadak mengalami gangguan memori berat pada usia muda.
"Harapan kami tindakan ini terus kami kembangkan, dan dokter anak semakin peduli dengan kasus itu agar dilakukan oleh tim medis," ucapnya.
Direktur PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Adin Nulkhasah mengharapkan dengan adanya kerja sama ini, RS Adam Malik bisa menjadi pengampu di Sumatera untuk menangani kasus moyamoya tersebut.
"Setelah RS Adam Malik bisa, selanjutnya bisa mengampu RSUD di wilayah Sumatera untuk menangani kasus seperti ini," kata dia.
