Tanjung Balai (ANTARA) - Berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, sebanyak 785 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau Narapidana Lembaga Pemasayarakatan Kelas IIB Tanjungbalai Asahan (Latabas) mendapat remisi, 32 orang langsung bebas.
Keputusan remisi dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia itu diserahkan oleh Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim dalam peringatan HUT Ke 80 Kemerdekaan RI yang berlangsung di Latabas di Pulosimardan daerah setempat, Minggu.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan bahwa remisi adalah kepercayaan pemerintah kepada narapidana yang dianggap pantas menerima pengurangan hukuman.
Untuk itu, kepada napi yang mendapat remisi, terutama yang bebas diimbau untuk bersyukur bisa kembali berkumpul dengan keluarga, dan setelah kembali ke masyarakat dapat menjaga sikap prilaku.
"Jangan salah gunakan kebebasan yang diterima, tetapi harus disyukuri karena bisa berkumpul lagi dengan keluarga. Bermasyarakat lah dengan baik, hendaknya tidak lagi melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain," kata Mahyaruddin Salim.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanuungbalai Asahan, Irhamuddin mengatakan bahwa per tanggal 17 Agustus 2025 jumlah Warga Binaan di Latabas sebanyak 1.112 orang.
Dikatakannya, total keseluruhan Narapidana yang memenuhi syarat administrastif dan subtantif untuk diusulkan mendapat Remisi Umum tahun 2025 sebanyak 743 Orang. Sesuai Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia,
743 Narapidana tersebut mendapatkan Remisi Umum 2025.
Ia melanjutkan, Narapidana yang memenuhi syarat administrastif dan subtantif untuk diusulkan Remisi Dasawarsa (RD) tahun 2025 sebanyak 785 orang.
"Jadi total keseluruhan yang mendapatkan Remisi Umum dan Remisi Dasawarsa tahun 2025 sebanyak 785 orang," kata Irhamuddin.
Irhamuddin menambahkan, dari 785 jumlah total Narapidana yang mendapatkan Remisi Umum dan Remisi Dasawarsa, sebanyak 32 orang langsung bebas.
"Dari yang mendapat remisi bebas tersebut, 19 orang merupakan warga Kota Tanjungbalai," ujarnya.
