Tanjung Balai (ANTARA) - Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina yang juga Ketua Satuan tugas Makanan Bergizi Gratis (Satgas MBG) mengingatkan para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah setempat agar berbenah kearah lebih baik, dan menyiapkan menu yang disesuaikan dengan kearifan lokal.
Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi pengendalian dan evaluasi kinerja SPPG bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Tanjungbalai dan OPD terkait, yang dipimpin Ketua Satgas MBG Tanjungbalai, Fadly Abdina, di Aula Thamrin Munthe Balai Kota Tanjungbalai, Senin (5/1/2026) sore.
Wakil Wali Kota mengatakan, di Kota Tanjungbalai saat ini ada 10 (sepuluh) SPPG telah beroperasi, dan dalam waktu dekat 5 (lima) SPPG akan launching. Kedepannya akan ada 15 SPPG yang beroperasi untuk menyediakan MBG kepada penerima manfaat yakni peserta didik PAUD hingga SMA/SMK hingga kelompok prioritas ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Semua SPPG diharapkan memberikan pelayanan terbaik dan menyediakan menu yang disesuaikan dengan kearifan lokal untuk diberikan kepada para penerima manfaat. Tujuannya agar program MBG di Kota Tanjungbalai semakin baik pelaksanaannya.
"Rapat hari ini merupakan evaluasi program MBG yang sudah berjalan sebelumnya. Sesuai rencana, hari pertama (launching) pemberian MBG pada 8 Januari 2026 mendatang bisa lebih baik, dan pengelola SPPG harus bisa menyediakan menu yang disesuaikan dengan kearifan lokal," kata Fadly Abdina.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh pihak, terutama OPD terkait hingga pers untuk sama-sama menyukseskan MBG di Kota Tanjungbalai, dengan cara memonitoring dan mengevaluasi pendistribusian MBG oleh SPPG kepada penerima manfaat.
"Kepada SPPG kami ingatkan, di tahun 2026 ini Pemkot Tanjungbalai tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Mulai dari proses, dapur hingga menu yang didistribusikan kepada penerima manfaat harus lebih baik dari yang telah disalurkan pada tahun lalu," tegas Fadly Abdina.
Sesuai catatan yang terungkap dalam rapat koordinasi itu, sebagai gambaran menu kearifan lokal yang menjadi pilihan pengelola SPPG yaitu ikan bakar, anyang ayam, urap, masak putih, tauco Ikan, ikan asam manis, gulai asam ikan, dan jenis masakan lainnya terbiasa bagi lidah warga Tanjungbalai.
SPPG yang telah beroperasi di Kota Tanjungbalai diantaranya, Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Tanjungbalai, Yayasan Pendidikan Almuslimun Nusantara di tiga Lokasi yakni Kapias Pulau Buaya, Pematang Pasir dan Pahang. Yayasan Merah Putih Sejati, Yayasan Hijrah Bersama Masyarakat, Yayasan Taruna Agung Abadi, Yayasan Bersatu Sekata Berpadu Berjaya, Yayasan Mitra Buana di Kelurahan Gading dan Selat Tanjung Medan.
Untuk 5 (lima) SPPG yang akan beroperasi dan launching pada 8 Januari ini adalah Yayasan Hijrah Bersama Masyarakat di Kelurahan Pahang dan Kelurahan Keramat Kubah, Yayasan Yuni Abadi Jaya Gading, Yayasan Mahardhika Bakti Gemilang Nusantara di Kelurahan Sei Raja, dan Yayasan Pendidikan Islam Ar Ridho Tanjungbalai di Kelurahan Selat Tanjung Medan.
Pewarta: Yan AswikaEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026