Medan (ANTARA) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meminta jajaran direksi BUMD milik Pemprov Sumut untuk merencanakan bisnis strategis perusahaan guna meningkatkan pendapatan asli daerah.
"Kenapa pertumbuhan ekonomi perlu ditingkatkan?, Presiden sudah menetapkan pertumbuhan ekonomi delapan persen," ucap Bobby usai melantik tiga direksi dan dua komisaris BUMD di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (24/7).
Untuk mencapai pertumbuhan itu, lanjut dia, maka Sumut merupakan provinsi terbesar keempat di Indonesia minimal menyumbang pertumbuhan ekonomi sekitar 6,5 sampai tujuh persen.
Banyak faktor pembentuk pertumbuhan ekonomi itu, salah satunya investasi harus tercapai agar target pertumbuhan ekonomi 6,5 hingga tujuh persen terealisasi.
Ketiga direksi dan dua komisaris BUMD milik Pemprov Sumut dilantik, yakni Direktur Utama PT Dirga Surya Ari Wibowo, dan anggota Komisaris PT Dirga Surya Lokot Ridwan Batubara.
Kemudian, Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Ferry Indra, Direktur Keuangan dan Umum PT PPSU Zia Muhammad, serta Dewan Komisaris PT PPSU Muhammad Syarif Lubis.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menetapkan target pendapatan asli daerah di wilayah Sumut tahun ini sebesar Rp7,24 triliun.
"Tantangan di sektor ekonomi untuk BUMD mempunyai dua peran, yakni tanggung jawab ke masyarakat, dan meningkatkan PAD Sumut," jelas Bobby.
Kepada Ari Wibowo yang baru ditetapkan menjadi Direktur Utama PT Dirga Surya, Bobby menegaskan segera menetapkan rencana bisnis yang jelas.
PT Dhirga Surya memiliki bidang usaha perhotelan, pariwisata, dan usaha penunjang lainnya, termasuk sektor pangan, khususnya beras membantu mencapai swasembada beras di Sumatera Utara
"Mau ke arah mana. Pertanian sudah mulai merambah, apakah sektor pariwisata?. Masih banyak sektor pariwisata harusnya bisa disentuh. Kalau perlu buat satu kawasan pariwisata, pelajari bagaimana membuat satu kawasan," katanya.
Gubernur menyebutkan, bahwa PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan.
Dengan lima bidang usaha PT PPSU, yakni transportasi dan penyeberangan danau, konstruksi dan real estate, penyewaan area dan penyelenggaraan ajang, pengangkutan dan pergudangan, serta pertambangan dan energi diharapkan bisa dimaksimalkan.
"Saya yakin para direksi yang ditetapkan bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya. Harus bisa meningkatkan pendapatannya," pungkas Bobby.
