Pandan (ANTARA) - Aktivitas ekonomi atau jual beli di Pasar Pandan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara yang sebelumnya terdampak banjir dan akses jalan terputus akibat longsor, saat ini sudah mulai normal.“
Aktivitas mulai normal, akses jalan yang terbuka membuat harga berangsur normal,” kata salah seorang pembeli di pasar itu, Meli Wahyuni di Pandan, Senin.
Menurut dia, harga-harga, sudah berangsur normal jika dibandingkan dengan sesaat setelah bencana waktu itu yang harganya cukup tinggi.
Ia mencontohkan harga cabai di awal-awal setelah bencana atau saat jalan lintas terputus, mencapai Rp300 ribu per kilogram.
“Itu awal-awal sekali dan di pasar ini yang jualan sangat sedikit,” kata dia.
Sementara, pedagang cabai di Pasar Pandan, Mardalena Simanullang mengamini hal tersebut.
Ia mengaku aktivitas jual beli di pasar ini sudah berangsur normal dan awalnya pasar ini mulai ada aktivitas, tiga pekan setelah bencana.
Dulu sebelum bencana, dirinya mampu menjual cabai 60 kilogram per harinya dan saat ini hanya 40 kilogram yang terjual setiap hari.
“Ini sudah mulai ramai dan kami berharap ini terus terjaga,” kata dia.
Ia mengatakan cabai yang dijual ini berasal dari kawasan Toba dan Siborong-Siborong Kabupaten Tapanuli Utara.
Ia menyebutkan, harga cabai saat ini sudah di angka Rp20 ribu per kilogram dan juga harga kebutuhan lainnya berangsur pulih.
“Ini semua berkat adanya kerja keras pemerintah dan pihak terkait dalam membuka akses jalan sehingga distribusi barang berjalan membaik,” kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Aktivitas ekonomi di Pasar Pandan Tapanuli Tengah mulai normal
