Langkat (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Langkat melakukan kunjungan ke Masjid Jaya Ar-Rahman Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, melihat dari dekat masjid yang dikenal sebagai masjid tertua di Langkat.
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Langkat Nur Ellt Heriani Rambe menyampaikan hal itu di Stabat, Rabu.
Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah awal dalam upaya strategis pembentukan destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya di Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, katanya.
Dalam kegiatan ini Rezeki Arinanda dan jajaran pengurus Himpunan Mahasiswa Melayu Indonesia Kabupaten Langkat terjun langsung menghantarkan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Langkat ke masjid jaya Ar Rahman Bingai.
Sesampainya di lokasi mereka langsung disambut hangat oleh Ahmad Fitria (Camat Wampu) dan Fahri Aditya Sembiring (Lurah Bingai), serta para kepala lingkungan dan juga masyarakat melayu Bingai yang memenuhi area sekitar masjid dengan penuh semangat dan kebanggaan atas perhatian pemerintah terhadap warisan leluhur mereka.
Peninjauan ini berfokus pada lokasi-lokasi strategis yang memiliki nilai sejarah tinggi, termasuk makam tokoh-tokoh penyebar Islam di Bingai, arsitektur masjid yang autentik, serta jejak budaya melayu yang masih hidup dan lestari di tengah masyarakat.
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Nur Elly Heriani Rambe menyampaikan apresiasi terhadap kekayaan sejarah yang dimiliki Bingai serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan seperti HIMMI dalam menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya.
“Bingai menyimpan potensi luar biasa. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga saksi sejarah dan simbol kejayaan Melayu Islam di Langkat. Ini harus dijaga bersama,” ujar Kadis dalam pernyataannya.
Ketua Umum HIMMI Langkat Rezeki Arinanda menyatakan harapannya terhadap upaya pelestarian ini dan menegaskan komitmen organisasi dalam mengawal proses transformasi Bingai menjadi salah satu destinasi unggulan wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Langkat.
“Kami menyambut narasi bapak bupati Langkat dengan sangat semangat terkait tentang pemajuan kebudayaan daerah kabupaten Langkat, hal ini selaras dengan program kerja kami dalam bidang kebudayaan dan pariwisata, tak perlu menunggu lama kami segera mewujudkan sebuah kolaborasi yang sangat paten antara HIMMI, Disparbud, Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan pemuda serta masyarakat Melayu Bingai.” ucapnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan dialog singkat bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda setempat yang memberikan masukan konstruktif untuk rencana pengembangan wisata berbasis sejarah dan budaya, serta pemberian Lemang oleh Camat Wampu kepada Kadis Pariwisata dan kebudayaan Langkat sebagai simbol persatuan dan kolaborasi untuk pemajuan Kabupaten Langkat.
