"Mendengkur berlebihan bisa sebabkan OSA, jangan sampai diremehkan, karena dapat berbahaya kalau terjadi OSA lebih dari sepuluh detik," kata dia dalam siniar tentang gangguan tidur yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.
Ia menyebutkan OSA selama lebih dari 10 detik dapat menyebabkan kematian.
Dia menyebutkan OSA umumnya dialami oleh pasien dengan masalah obesitas, strok, jantung, serta hipertensi.
"Pada prinsipnya, dengkuran terjadi karena adanya gangguan pada saluran pernapasan," ujarnya.
Astuti mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri atau keluarganya ke dokter, jika sering mendengkur saat tidur, terutama jika dengkuran yang ditimbulkan cukup keras.
Pewarta: Sean Filo MuhamadEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026