Ketua Dekranasda Dairi Romy Mariani Eddy Berutu di Sidikalang, Sumut, Senin, mengatakan pelatihan itu selain diberikan pengetahuan tentang pengelolaan bisnis dan manajemen wirausaha, tentunya juga akan diberikan pengetahuan tentang pengenalan tenun Silalahi.
Selain itu, regenerasi dari para penenun ulos yang ada di Silalahi harus dilakukan sehingga tenun ulos yang sudah dikembangkan menjadi echo fashion tetap terjaga keberlangsungannya.
"Dekranasda Dairi saat ini sedang menyusun pembuatan buku ulos Silalahi. Hal itu untuk mengenalkan lebih dekat lagi ulos Silalahi kepada masyarakat Silalahi. Pemerintah bersama Dekranasda Kabupaten Dairi ingin melestarikan kebudayaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin ulos Silalahi," ucap Romy.
Dalam pengelolaan bisnis bagi para penenun ulos, dikatakan Romy, bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk diterapkan karena para penenun melakukan pekerjaan berdasarkan pesanan pelanggan.
Menurut pengakuan dari narasumber, peserta yang mengikuti pelatihan ini sangat bersemangat.
Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut, Romy berharap agar ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat bermanfaat dan dapat diterapkan langsung sehingga mampu mengelola bisnis dan manajemen wirausaha tenun dengan lebih baik.
Pelatihan diikuti 32 orang para penenun dengan menghadirkan narasumber Cut Kamaril Wardani dari Cita Tenun Indonesia dan Mohammad Rianto Utama dari Retota Sakti.
Pewarta: JuraidiEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.