Karo (ANTARA) - Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tidak stagnan terus digencarkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Sidikalang, PNM menyulap Pertemuan Komunitas Bisnis (PKB) menjadi ruang inkubasi bisnis yang mendorong UMKM lokal berani tumbuh, berjejaring, dan naik kelas.

Puluhan pelaku UMKM terpilih berkumpul dalam PKB yang digelar di Sidikalang, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini tak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan forum strategis untuk mempertemukan pengalaman, solusi, dan peluang antar pelaku usaha agar mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan pasar yang kian ketat.

Kepala Unit ULaMM Sidikalang, Adi Ratto Siburian, mengatakan PKB dirancang sebagai ruang belajar bersama yang berangkat dari persoalan riil di lapangan. Setiap peserta didorong aktif berbagi tantangan usaha sekaligus menemukan solusi melalui diskusi komunitas.

“UMKM tidak cukup hanya bertahan. Yang kami dorong adalah perubahan pola pikir agar mereka berani berkembang, membangun relasi, dan memanfaatkan jejaring komunitas sebagai kekuatan bisnis,” ujar Adi Ratto Siburian.

Dukungan penuh juga datang dari PNM Cabang Kabanjahe. Pimpinan Cabang PNM Kabanjahe, Daniel Silitonga, menegaskan bahwa pendampingan menjadi pembeda utama PNM dibanding lembaga keuangan lainnya.

“Kami tidak berhenti pada pembiayaan. PNM hadir untuk memastikan UMKM memiliki pengetahuan, jejaring, dan mental usaha yang kuat. Melalui ULaMM Sidikalang, kami ingin UMKM Dairi benar-benar siap naik kelas,” tegas Daniel.

Sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro, PNM terus menjalankan peran strategisnya melalui Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang mencakup modal finansial, intelektual, dan sosial. Konsistensi pelaksanaan PKB setiap bulan diyakini menjadi salah satu kunci menciptakan UMKM yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah. (*)

Pewarta : Ade Friadi



Pewarta: Ade Friadi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026