Demikian disampaikan Petugas POPT-PHP Batang Angkola dan Angkola Muaratais, Tanaman Pangan dan Hortikultira Provinsi Sumatera Utara, Ali Husni Dalimunthe kepada ANTARA, Jumat (21/1).
Dikatakan, hama tikus sebanyak 1.397 ekor itu hasil Gerdal OPT, pada Rabu dan Kamis, 19-20/1/2022, dari persawahan Desa Muaratais I dan II, Angkola Muaratais dan Sibulele Muara dan Bargot Topong, Batang Angkola.
Baca juga: Hama tikus paksa petani Tapsel alihkan tanamannya dari padi ke hortikultura
Geropyokan organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan menggunakan kompor tembak dan tiran racun tikus, kata dia. Melibatkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Medan.
Kemudian Kepala Lab PHP Padang Balangka, Koordinator POPT-PHP Batang Angkola/Tapsel, Kordinator BPP Batang Angkola, PPL, Kelompok Tani, Kepala Desa dan masyarakat desa terkait.
"Untuk wilayah Desa Sibulele Muara dan Bargot Topong, Batang Angkola tikus yang ditangkap mati sebanyak 1021 ekor dan luas baku sawah 167 Ha, sedang di daerah Muaratais I dan II sebanyak 376, dan luas baku 70 Ha," rincinya.
Diketahui, perburuan hama tikus di wilayah Batang Angkola dan Angkola Muaratais sudah sering dilaksanakan sejak Tahun 2021 lalu. Serangan tikus-tikus itu disampaikan cukup merugikan petani, karena sejumlah gagal panen.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.