Simalungun, Sumut, 14/6 (antara) - Masyarakat Nagori (Desa) Balimbingan Kabupaten Simalungun menyayangkan keberadaan pohon "bunga bangkai" yang tidak terawat di kawasan Hutan Pondok Batu.
"Kondisi bunga besar yang bau ini nyaris mati sebelum berkembang secara sempurna," ujar Suryaman warga desa tersebut, Sabtu.
Pengembala ternak lembu itu mengatakan di sekitar tempat tumbuhnya bunga langka ini banyak serpihan kayu pohon, dan diduga para penebang merusak bunga tersebut.
"Beberapa hari yang lalu, warga desa sempat menghalangi aksi penebangan pohon di kawasan hutan, tetapi penebangan terus berlanjut," kata Rasidi.
Selain keberadaan bunga bangkal, Rasidi menyebutkan kawasan hutan tersebut menjadi habitat kawanan monyet, dan sumber kehidupan masyarakat.
"Ada sumber mata air yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga," sebutnya.
Untuk itu warga berharap pemerintah sering melakukan patroli di kawasan hutan dan menindak pelaku penebangan pohon secara liar supaya kelestarian alam terjaga.
"Sayang kan kalau sumber kehidupan dirusak dan diganti dengan tanaman lain yang hanya menguntungkan seseorang," kata Rasidi.
Camat Kecamatan Tanah Jawa Bakhtiar Sinaga yang dihubungi mengaku belum mengetahui keberadaan bunga langka yang tumbuh di wilayah tugasnya itu.
"Saya belum ada menerima laporan dan masukan dari aparat desa dan warga. Begitu pun akan kita cek (periksa) ke lokasi," ujar Camat Tanah Jawa tersebut. ***3***
(T.KR-WRS/C/Suparmono/Suparmono)
