Medan,2/2 (ANTARA) -Bulog Sumatera Utara memasok beras dari Sulawesi Selatan untuk memperkuat stok beras menyusul belum masuknya masa panen padi di daerah itu.
"Benar ada beras yang masuk dari Sulsel (Sulawesi Selatan) yang dimaksudkan untuk memperkuat stok beras Sumut yang dewasa ini masih belum memasuki masa panen,"kata Humas Bulog Sumut, Rusli, di Medan, Sabtu.
Beras asal Sulawesi Selatan itu ada sebanyak 7.800 ton dimana dewasa ini sudah masuk di Pelabuhan Belawan dan sedang proses bongkar dari kapal.
Pasokan beras dari Sulawesi Selatan itu untuk memperkuat stok beras Sumut yang ada dewasa ini sekitar 85.000 ton.
Stok beras Bulog Sumut, kata dia, perlu diperkuat mengingat panen di dearah itu baru mulai akhir Februari atau Maret.
Akibat belum memasuki masa panen, kata dia, rencana Bulog untuk membeli beras petani Sumut sebanyak 15.000 ton juga belum terelasasi hingga memasuki awal bulan Februari.
"Pasokan dan pengadaan beras di gudang Bulog dan pasar harus diperkuat untuk menekan lonjakan harga bahan pangan utama itu yang dampaknya merisaukan masyarakat dan pemerintah,"katanya.
Kenaikan harga beras bisa memicu naiknya lagi inflasi, kata Rudi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno, mengakui, kenaikan berbagai harga barang termasuk beras membuat inflasi di daerah itu pada Januari lalu melonjak tajam mejadi 1,39 persen.
Tidak biasanya, kata dia, inflasi Sumut berada lebih tinggi dari angka nasional yang di Januari masih 1,03 persen.
Penyumbang inflasi tertinggi di Sumut adalah kenaikan harga cabai merah,kentang, dan bawang merah.
Harga cabai merah mengalami kenaikan 44,18 persen, kentang meningkat 25,08 persen sedangkan bawang merah naik 24,53 persen.
Selain itu, harga daging ayam ras juga naik 13,60 persen, ikan dencis 12,40 persen dan tarif angkutan udara naik 3,35 persen.
Harga beras sendiri naik 0,94 persen,katanya.
