Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan program pemulihan pascabencana harus membuat daerah yang terdampak menjadi lebih baik, lebih aman, dan berkelanjutan.
"Pemulihan pascabencana di Sumut harus menjadikan daerah terdampak lebih baik dari sebelumnya," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap usai membuka rapat konsultasi publik penyusunan rencana induk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumut, Kamis.
Ia menegaskan, bahwa pemulihan pascabencana di wilayah Sumut menjadi momentum transformasi dengan prinsip membangun kembali secara lebih baik dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
Data Posko Tanggap Darurat Bencana Provinsi Sumut menyatakan, terdapat 18 kabupaten/kota di Sumut terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025 dengan estimasi kerugian Rp17,23 triliun.
Adapun jumlah masyarakat terdampak bencana ini mencapai 479.045 kepala keluarga atau 1.803.549 jiwa, sedangkan jumlah pengungsi 3.371 kepala keluarga atau 13.378 jiwa.
Untuk korban mengalami luka-luka mencapai 126 jiwa, korban meninggal dunia sebanyak 372 jiwa, dan masih dinyatakan hilang 53 jiwa.
"Dengan begitu infrastruktur lebih aman, tata ruang lebih tertib, dan masyarakat lebih siap menghadapi risiko di masa depan," kata Sulaiman.
Ia juga menjelaskan, terdapat empat arah kebijakan utama dalam rencana induk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumut.
Keempat kebijakan ini, yaitu penguatan data dan kajian dampak bencana, integrasi rehabilitasi dan rekonstruksi, penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Keberhasilan rencana induk percepatan rehabilitasi ini bergantung peran aktif kabupaten/kota, provinsi dan kementerian. Terutama menyusun rencana aksi, alokasi anggaran, dan koordinasi," tutur Sulaiman.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumut Dikky Anugerah mengapresiasi kementerian/lembaga bahu-membahu pemulihan pascabencana di wilayah Sumut.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi modal penting membangun daerah yang lebih tangguh, dan siap menghadapi risiko bencana ke depan.
"Kami berterima kasih setinggi-tingginya kepada kementerian/lembaga yang telah memfasilitasi penanggulangan dan pemulihan pasca bencana di Sumut," kata Dikky.
