Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara mendukung percepatan pembangunan Bus Rapid Trans (BRT) Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang) guna menciptakan mobilitas perkotaan yang terintegrasi dan efisien.

"Proyek ini bukan sekedar rencana di atas kertas, tetapi bagian visi-misi untuk membangun sistem transportasi yang efektif dan modern di Kota Medan," ujar Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas di Medan, Rabu.

 

 

Sebagai kota yang ditunjuk sebagai proyek percontohan, Ia mengatakan pemerintah kota setempat akan mengoptimalkan dengan berbagai persiapan.

 

 

Rico Waas mengatakan pemerintah kota setempat telah melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan World Bank.

 

 

Dalam pertemuan tersebut, Rico mengatakan kota yang dipimpinnya masih membutuhkan tambahan armada yang akan beroperasi pada proyek tersebut.

 

 

"Saat ini kami punya 60 bus eksiting, namun kami butuh 183 bus lagi. kami akan melakukan pengadaan secara bertahap," kata dia.

 

 

Selain itu, kata dia, pemerintah kota setempat akan meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memetakan macet karena pembangunan infrastruktur sering memicu kepadatan lalu lintas.

 

 

"Kami akan terus berkoordinasi dengan rekan-rekan kepolisian agar dapat solusi mengatasi titik-titik kemacetan," kata dia.

 

 

Dengan berbagai upaya, ia berharap pembangunan BRT Mebidang tersebut dapat berjalan lancar sehingga segera diimplementasikan di Kota Medan.

 

 

"Mari kita saling mendukung untuk kepentingan masyarakat, apalagi ini adalah proyek percontohan, kami berharap masyarakat juga ikut mendukungnya," ujarnya.

 

 

Kasubbid Angkutan Perkotaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan RI, Andi Faizah Arsal mengatakan penajaman skema pendanaan, tanggung jawab, hingga deadline pembangunan menjadi pembahasan bersama dalam realisasi BRT tersebut.

 

 

"Kami sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah. Kota Medan harus bisa menjadi kota percontohan bagi daerah lain," ujar Andi.

 

 



Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026