Medan (ANTARA) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengajak pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) memperkuat kesadaran masyarakat untuk menolak praktik judi daring di wilayah tersebut.
"Karena judi daring merusak mentalitas generasi muda," ujar Rico Waas usai usai menghadiri kegiatan Ikatan Pelajar Al Washliyah di Kota Medan, Sabtu.
Menurut dia, judi daring dapat merusak mentalitas generasi muda sehingga perlu dilawan bersama oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa.
Rico mengatakan, pelajar maupun mahasiswa seyogianya turut berperan dan berkontribusi memerangi segala kegiatan yang merusak generasi muda, termasuk judi daring.
Ia mengatakan praktik judi daring saat ini tidak hanya menyasar kalangan dewasa, tetapi juga generasi muda yang menjadi penerus bangsa.
“Mari bersama-sama kita memerangi aktivitas yang merusak generasi bangsa seperti narkoba, tawuran, pornografi, dan judi daring,” kata Rico.
Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Medan, proaktif apabila menemukan aktivitas judi daring di lingkungan masing-masing.
“Ayo menjadi agen perubahan melalui kegiatan positif yang mampu membangun karakter, kreativitas, serta kepedulian sosial,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut jumlah anak yang terpapar judi daring mencapai hampir 200 ribu orang dan sekitar 80 ribu di antaranya berusia di bawah 10 tahun.
Menurut Meutya, penanganan judi daring tidak cukup dilakukan melalui penutupan akses dan pemblokiran situs, tetapi juga membutuhkan penguatan literasi digital dan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai dampak negatif judi daring.
Pewarta: Anggi Luthfi PanggabeanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.