Medan (ANTARA) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas meminta Pekan Kuliner Halal,Aman dan Sehat (KHAS) yang merupakan program tahunan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan untuk sebagai wadah memperkuat identitas daerah.

"Pekan KHAS jangan sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan harus memiliki makna dan nilai yang kuat, terutama dalam memperkenalkan identitas kuliner halal Kota Medan kepada masyarakat luas," ujar Rico Waas di Medan Jumat.

 

 

Rico Waas meminta kuliner yang ditampilkan tidak hanya memiliki dari segi sehat dan halal, tetapi juga menonjolkan nilai budaya yang kuat sehingga dapat memperkuat identitas kota.

 

 

Menurutnya, konsep kegiatan tersebut juga perlu dikemas lebih menarik dengan lokasi yang representatif dikenal masyarakat.

 

 

"Sajikan khas yang dapat diangkat sebagai identitas kuliner halal Kota Medan, termasuk ragam minuman tradisional maupun kopi khas yang memiliki daya tarik tersendiri," kata dia.

 

 

Dengan begitu, ia mengatakan kegiatan yang diselenggarakan kelima kalinya tersebut menjadi wadah memperkenalkan keberagaman makanan khas dari berbagai daerah yang hidup dan berkembang di Kota Medan.

 

 

"Jangan sampai acara ini hanya terkesan rutinitas saja. Pekan KHAS harus lebih bermakna. Kata KHAS ini bisa digunakan untuk memperkenalkan makanan khas dari berbagai daerah yang ada di Kota Medan," sebut dia.

 

 

Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum mengatakan Pekan KHAS yang merupakan agenda tahun tersebut akan diselenggarakan 12 Juni hingga 16 Juni 2026 yang menghadirkan berbagai kegiatan bernuansa Islami sekaligus edukatif bagi masyarakat.

 

 

"Alhamdulillah, animo masyarakat sangat luar biasa. Saat ini sudah ada sekitar 130 pendaftar tenan, sementara kuota yang tersedia sebanyak 85 tenan. Seluruh tenan yang ikut sudah bersertifikat halal dan tidak dipungut biaya," ujar Hasan Matsum.

 

 



Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026