Medan, (Antara) - Pelaksana Harian Wali Kota Medan Syaiful Bahri berharap, peringatan 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia dapat dijadikan sebagai momentum introspeksi diri untuk menata masa depan yang lebih baik. "Selain itu seluruh aparatur di lingkungan Pemkot Medan harus selalu hidup jujur dan sederhana, serta terus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," katanya di Medan Senin. Harapan itu ia sampaikan usai upacara bendera dalam rangka peringatan 70 Tahun Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di Lapangan Benteng Medan, Senin. Menurut dia, usia 70 tahun dalam ukuran umur manusia itu sudah cukup matang dan sangat menentukan. Untuk itu, semangat kemerdekaan tersebut diharapkannya dapat membawa perubahan bagi seluruh jajaran Pemkot Medan, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. "Mari kita introspeksi diri dan hidup dengan jujur serta sederhana. Kita harus ingat para pejuang telah berkorban untuk merebut kemerdekaan. Kemudian mari kita bersama-sama dan bergadengan tangan membangun negeri ini. Jangan ada lagi diantara kita yang saling menyalahkan maupun 'sikut menyikut'," katanya. Mantan Kepala Bappeda Kota Medan ini selanjutnya mengingatkan kepada seluruh jajaran Pemkot Medan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Artinya, pelayanan yang diberikan itu harus benar-benar terbaik dan prima, sehingga memuaskan masyarakat. Untuk memulainya, para aparatur harus menyadari tugas pokok dan fungsi masing-masing yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Upacara HUT Kemerdekaan tersebut dimeriahkan dengan pertunjukan drama kolosal perjuangan yang mengangkat kisah pendiri Kota Medan, Guru Patimpus. Drama kolosal tersebut dibawakan Teater Enceng Gondok SMA Negeri 4 Medan yang merupakan bimbingan dan asuhan Dandim 0201/BS Letkol Inf Maulana Ridwan. ***4*** (T.KR-JRD/B/I. Arfa/I. A

Pewarta: Juraidi
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026