Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mencatat penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani di wilayahnya mencapai 20.142 ton atau setara 10.206 ton beras pada periode Januari hingga 19 April 2026."
Penyerapan gabah tersebut berasal dari sejumlah daerah di Sumut, dan dihitung sejak Januari hingga 19 April 2026," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Senin.
Budi mengatakan penyerapan GKP itu di antaranya dari Kabupaten Langkat, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batu Bara.
Lebih lanjut, ia mengatakan potensi penyerapan gabah ke depan berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal karena masih dalam masa panen.
"Tinggal menunggu pengeringan yang dilakukan petani di kedua daerah tersebut guna menambah stok gabah untuk dijadikan beras," katanya.
Ia mengatakan harga pembelian gabah kering panen telah sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram dari petani dalam kondisi sudah dikemas dalam karung dan siap diangkut ke penggilingan terdekat.
Budi mengatakan gabah yang dibeli dari petani nantinya digunakan untuk kebutuhan masyarakat melalui program bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta bantuan beras saat terjadi bencana alam.
Ia juga mengimbau para petani di Sumut segera memanen padi jika sudah tiba waktunya agar hasilnya maksimal.
Bulog Sumut menargetkan penyerapan gabah sebanyak 62.718 ton gabah kering panen pada 2026 guna menjaga stabilitas harga beras di wilayah tersebut.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026