Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mengirim sebanyak 2.000 ton jagung pipil ke Sumatera Barat (Sumbar) untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak ayam petelur di wilayah tersebut.
"Kami memiliki tugas dari pusat untuk mengirim 2.000 ton jagung ke Sumatera Barat yang dijadwalkan pada pekan ini," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Senin.
Budi mengatakan pengiriman ribuan ton jagung pipil tersebut dilakukan untuk menambah stok di gudang Bulog Sumbar dalam mendukung program SPHP tersebut.
Lebih lanjut, ia mengatakan pengiriman itu juga dilakukan karena stok jagung di gudang Bulog Sumut telah melebihi kebutuhan program SPHP bagi peternak ayam petelur di wilayah beribu Kota Medan itu.
"Saat ini, kami memiliki stok sekitar 4.500 ton dan dimungkinkan akan terus bertambah karena berbagai daerah sudah memasuki masa panen," ujarnya.
Budi mengatakan sejumlah daerah yang mulai memasuki masa panen antara lain Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Dairi yang selanjutnya juga akan dilakukan penyerapan hasil panen.
Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Sumut juga melakukan sosialisasi serta memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan pemerintah daerah.
Bulog menetapkan harga pembelian jagung sebesar Rp5.500 per kilogram di tingkat petani. Jagung pakan yang disalurkan merupakan jagung pipil kering (JPK) hasil pengadaan dalam negeri dengan kadar air (KA) 18–20 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.
Pewarta: M. Sahbainy NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.